Hari Lahir Pancasila Sebagai Momen Pengingat,Pemacu Dan Aktualisasi Nilai Pancasila - Pawarta Nusantara

Breaking

PAWARTA TV

Thursday, 31 May 2018

Hari Lahir Pancasila Sebagai Momen Pengingat,Pemacu Dan Aktualisasi Nilai Pancasila

Peringatan hari lahirnya Pancasila yang ke 73 tahun 2018 di Kabupaten Pacitan berjalan lancar di ikuti oleh TNI/Polri,Instansi Pemerintah,Ormas dan pelajar, Upacara digelar di halaman Pendopo Kabupaten, Jum'at (1/6/2018).

Bupati Pacitan Indartato sebagai inspektur upacara saat membacakan amanat dari Presiden RI mengatakan, Sebentar lagi kita akan merayakan HUT RI ke-73, selama 73 tahun, Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Insya Allah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia.


pawartanusantara.com | Pacitan- Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia. Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.

Para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama untuk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar Negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Saat di temui usai upacara Bupati mengatakan, Rangkaian proses besar tlahirnya Pancasila harus selalu kita ingat, kita dalami semangatnya dan pahami rohnya, adalah tugas serta tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi dan berprestasi.

"Sebagai bangsa yang majemuk yang terdiri atas 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhineka Tunggal Ika. harus bersatu dalam upaya untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin,"ujar orang nomor satu di Pacitan tersebut.

Lebih lanjut Indartato menambahkan, Semangat anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan, harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih, dan saling menghargai dengan penuh empati. Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat etos peduli dan berbagi. Semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa harus terus kita pupuk sebagai sumber energi besar Indonesia untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

"Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi, kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif, kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa ,kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan tangguh,"tandasnya.

Baca juga : Jaga kekompakan Jurnalis, AJO Indonesia Cabang Lamtim Hadiri Pengukuhan IWO

Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Marilah kita terus amalkan warisan mulia pada founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia.(tyo)

No comments:

Post a Comment