BLANTERWISDOM101

Kerusuhan nyaris Terjadi, akibat hasil Mediasi di BPN Lamtim

Lampung Timur, Selasa malam (29/05/2018), perwakilan warga mendatangi rumah kediaman Surtam (warga Desa Sumber Rejo) dengan maksud mempertanyakan mengapa begitu mudah ia menerima opsi yang ditawarkan oleh Dody Sakhrun Tanjung saat Mediasi diKantor BPN Lampung Timur senin (28/05/2018) lalu. 


pawartanusantara.com | Perwakilan warga tersebut memandang keputusan Surtam dan keluarga besarnya sangat merugikan warga yang lainnya. Surtam dianggap perwakilan warga telah membuka peluang untuk Dody selaku lawan sengketa mereka, serta secara tidak langsung dianggap sudah mengakui kepemilikan Dody Sakhrun Tanjung diwilayah Way Bekarang Desa Sumber Rejo.

Ungkapan itu disampaikan oleh Usman, Sirin dan kawan-kawan dihadapan kepala desa Sumber rejo (Kaderi) yang saat itu sudah hadir dikediaman Surtam. Perwakilan warga tersebut menuntut supaya Surtam membatalkan kesepakatannya terhadap opsi yang ditawarkan oleh Dody Sakhrun Tanjung. Adapun opsi yang dianggap meresahkan dan sangat merugikan warga masyarakat pemilik lahan itu adalah, Dody menerima 80 % dari nilai ganti kerugian dan warga sendiri menerima hanya 20 % dari nilai ganti kerugian atas dampak genangan Bendung Gerak Jabung dari Pemerintah.

Saat itulah terjadi cekcok yang begitu hebat antara pihak perwakilan warga dengan Kepala Desa, Bahkan nyaris terjadi kontak pisik. Kepala desa mengatakan, "Itu tanah Surtam sendiri, itu hak dia mau nego apanya, bukankah tidak ada paksaan terhadap warga mau nego atau tidak", ucap Kaderi.

Dilain pihak, perwakilan warga mengatakan, "itu memang tanah Surtam dan keluarganya sendiri, tapi keputusan Surtam dalam mengikuti apa keinginan Dody itu sangat merugikan kami warga yang lain, ini akan sangat berdampak pada kami", ucap Sirin dan kawan-kawan.

Tidak puas dengan pernyataan Kepala Desa, perwakilan warga tersebut membubarkan diri. Namun tidak berselang lama warga dengan jumlah yang lebih banyak datang kembali beramai-ramai kerumah kediaman Surtam. Diperkirakan warga yang datang tidak kurang dari seratus orang yang berasal dari desa Bungkuk dan Sumber Rejo sendiri. Warga meminta Surtam segera membuat Surat Pernyataan Pembatalan atas kesepakatan yang telah ia buat dengan Dody Sakhrun Tanjung.

Baca juga : Tim Urkes Polres Blora, Rutin Cek Kesehatan Para Tahanan

Tidak berfikir lama, Surtam yang saat itu masih bersama dengan Kepala Desa langsung mengiyakan apa yang diinginkan oleh warga masyarakat yang datang. Dan ia segera membuat surat pernyataan yang diminta. Keadaan tetap kondusif pada malam itu, tidak satupun warga yang berbuat arogan. Pihak kepolisian sektor Waway karya pun turut hadir ditempat tersebut, dan berupaya menenangkan situasi. Warga segera membubarkan diri setelah Surtam membuat pernyataan pembatalan atas kesepakatannya dengan pihak Dody Sakhrun Tanjung. (Rj Niti)
Share This :

0 komentar