Sinergitas Tiga Pilar Untuk Mewujudkan Situasi Yang Aman Serta Kondusif - Pawarta Nusantara

Breaking

PAWARTA TV

Friday, 8 June 2018

Sinergitas Tiga Pilar Untuk Mewujudkan Situasi Yang Aman Serta Kondusif


Untuk Menangkal penyebar luasan paham radikal, Polres Pacitan mengadakan Sosialisasi tiga pilar dengan tema "Melalui Sinergitas 3 Pilar Kita Wujudkan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif dan Cegah Faham Radikal Menuju Pilkada Damai di Kabupaten Pacitan" yang berlangsung di pendopo Kabupaten, Jum'at (8/6/2018).


pawartanusantara.com | Pacitan -Adapun kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Pacitan agar tidak tergoda oleh ajakan tentang paham radikalisme dan menyebarluaskan paham tersebut, karena hal itu sesuai dengan idiologi Bangsa Indonesia.

Dalam paparan tentang radikalisme dan terorisme di TNI AD, Dandim 0801 Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang menjelaskan, Radikalisme adalah paham atau aliran yang radikal dalam politik, paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau rasis.

"Terorisme perbuatan yang menggunakan kekerasan yang menimbulkan suasana teror,atau rasa takut secara meluas, masal yang menimbulkan kerusakan terhadap obyek vital strategis,"papar alumni Akmil 2009 tersebut.

Lebih lanjut Aris sapaan akrab nya, Kaitan dengan TNI sebagai alat Negara sesuai Pasal 431 UU Anti Terorisme, sebagai bagian dari Oprasi militer selain perang. Salah satu kekuatan terdepan adalah aparat teritorial sebagai alat deteksi dini paham radikalisme dan terorisme yang ada di wilayah.

"TNI sebagai penangkal setiap bentuk ancaman militer dan bersenjata dari luar maupun dari dalam negeri,"terangnya.

Realita radikalisme merupakan pergerakan dari kebudayaan serta Ketidak mampuan menerima kenyataan yang kemudian menempatkan keyakinan sebagai satu satunya paham yang eksis karena terorisme adalah tindakan lanjutan dari radikalisme.

"Indonesia terlahir dari keragaman suku budaya dan agama, Kebangsaan realitas di Indonesia adalah keragaman, Cara pencegahan radikalisme dan terorisme adalah kesiapsiagaan wilayah,kontra radikalisasi dan Deradikalisasi,"tukasnya.

Sementara itu Kapolres Pacitan AKBP Setyo Koes Heriyatno menjelaskan tentang kesiapan dalam menyongsong Pilgub 2018, Polres Pacitan sudah menyiapkan personel untuk pengamanan pesta demokrasi daerah Jawa Timur tersebut.

"Pola pengamanan sudah kita bagi, kekuatan keseluruhan 611 personel, untuk yang kita sebar di masing-masing TPS yang ada di wilayah Kabupaten Pacitan,"ujarnya.

Sementara untuk Situasi jaringan terorisme di wilayah Jawa timur, Bahwa bom yang berhasil di lumpuhkan sangat fantastis yaitu ada 92 bom pipa rakitan serta 59 bom Muk.

"Bom yang digunakan TATP adalah bom yang digunakan oleh ISIS yang daya ledak yang tinggi karena itu semua masyarakat perlu waspada serta cegah dini dengan situasi lingkungan masing-masing,"terangnya.

Perlu di ketahui serta di waspadai terhadap oknum penceramah yang memberikan tausiyah dengan paham radikal dan teror, Sehingga banyak banyak oknum masyarakat yang ikut aliranya sehingga bersedia menjadi eksekutor bom bunuh diri.

Ada beberapa Materi setiap mepaksanakan taklim atau pembahasan kitab ISIS Muqorroh Fi Tauhid, diantaranya, Tauhid versi oman Abdurrahman, Pembatalan keislaman, Thogut Anshor Thogut, Kafir Demokrasi, Pemahaman Takfiri, Keistimewaan Ijhtihadiyah serta Mati syahid.

"Dengan beberapa pemahaman tersebut diharapkan 3 pilar harus bener bener menyentuh dan harus pendekatan dini serta cegah dini dan rutin anjangsana ke pengurus masjid dan mushola serta tempat bibadah lainya di wilayah binaan dengan cara,Pencegahan dengan menghilangkan faktor-faktor baik situasi dan kondisi yang berpotensi menimbulkan paham radikalisme,"jelas pria dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Perlu di ketahui serta di cermati prilaku serta ciri-ciri orang yang terpengaruh paham radikalisme seperti, Mendadak anti sosial, Menghabiskan waktu dengan komunitas yang dirahasiakan, Mengalami sikap emosional terhadap politik, Mengungkapkan kritik yang berlebihan terhadap kegiatan kemasyarakatan,Memutuskan hubungan dengan Keluarga, Cenderung tidak senang dengan pemikiran para ulama.

Jadi peran penting dari 3 pilar adalah memulai serta mengambil langkah awal sengan cara, Melaksanakan koordinasi dengan Imigrasi terhadap jihadis yang pulang dari Syuriah, Meningkatkan siskamling,Meningkatkan giat bersama tokoh lintas Agama untuk mencegah masuknya faham radikal tersebut,"tandas Kapolres.

Sementara Bupati Pacitan dalam sambutannya mengatakan, Kaitan dengan Pilkada kita harus mengutamakan kaidah kaidah demokrasi karena demokrasi dari rakyat,oleh rakyat dan untuk rakyat. Masing-masing Pemerintah Daerah memeliki tim antara lain Pemerintah, Forkopimda dan Instansi Vertikal.

"Untuk Penyebab kekalahan adalah saling menyalahkan, kurang bersatu, kurang kompak dan bermain sendirian untuk solusinya kita harus bekerja sama dan bersatu,"kata orang nomor satu di pemkab pacitan tersebut.

Saat ini adalah masa kampanye untuk masing-masih Paslon, Perlu di syukuri bahwa Pacitan dalam pelaksanaan nya berlangsung dengan lancar dan aman.

"Harapan kita Pilkada Jatim 2018 bisa berjalan sukses damai dan lancar serta menjadikan pemimpin yang amanah serta bisa membawa masyarakat Jawa timur sejahtera,"pungkasnya.

Kegiatan yang dihadiri Seluruh Kapala OPD, Perwira Staf Polres, Danramil beserta Babinsa di jajaran Kodim 0801, Kapolsek beserta Babinkamtibmas  di jajaran Polres, Camat se Kabupaten, Seluruh Kepala Desa se Kabupaten Pacitan, Tokoh agama dan Tokoh masyarakat Pacitan.

Baca juga : Bakamla Adakan Sosialisasi Potensi Keamanan Laut Mewujudkan Penguatan Maritim

Diharapkan dengan sosialisasi ini kepada 3 Pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa) untuk lebih peka terhadap permasalahan yang timbul di tingkat bawah agar bisa dicegah dan deteksi dini supaya tercipta situasi keamanan yang kondusif.(tyo)

No comments:

Post a Comment