BLANTERWISDOM101

Fakta Arogansinya, Oknum Kades Nabang Baru Saat di Konfirmasi Wartawan

 "Kami kan mempublikasikan pak, kenapa kok bapak marah", Ucap Murtadho. Mendengar ucapan Murtadho, kades Riyono makin emosi dan arogan sampai-sampai mendorong dada Murtadho dan hampir saja Murtadho jatuh karena kuatnya dorongan dari Kades Riyono.

pawartanusantara.com | Lampung Timur- Mula-mula team yang terdiri dari tiga orang yang berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Media Online serta Media Cetak yakni Murtadho alias Edo dari LSM Lembaga Analisis Transfaransi Independen (Lantai) yang juga sebagai Kabiro SKU Pelopor Nusantara Lampung Timur, dan Hendrik bendahara LSM LMN-RI Lampung Timur, serta Kami sendiri selaku Koordinator Liputan Media online Provinsi Lampung melakukan rutinitas kegiatan sosial kontrol sebagaimana biasanya.
Hari itu, kamis (4/8/2018) sekira pukul 14:00 WIB kami berada diDesa Nabang Baru Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur. Dan diDesa tersebut kami melihat adanya kegiatan pembangunan drainase yang sedang berjalan. Team kamipun mendokumentasikan serta meminta keterangan warga yang kebetulan memang berada dilokasi tersebut.

Dilokasi pembangunan yang diduga bersumber dari dana APBN yakni Program Dana Desa (DD) tersebut tidak terlihat adanya papan keterangan kegiatan yang merupakan sarana Transfaransi information publik. Dan terlihat ada keganjilan pada volume hasil pengerjaan yang mana sudah dikerjakan lebih dahulu dan materialnya sudah mengering. Disana terlihat, tanah yang ada disampingnya bangunan hasil penggalian menghilang. Dan diduga tanah tersebut digunakan untuk menimbun bangunan sebagai penutup kekurangan volume.

Penasaran dengan hal tersebut, saudara Murtadho mencoba melihat lebih dekat dan membuat tanah dan rumput penutup yang ada disamping tanggul bangunan drainase dengan hanya menggunakan tangan kosong, tanpa peralatan apapun. Ternyata benar yang diperkirakan, bangunan itu tidak seperti yang terlihat pada permukaan atasnya. Dibagian bawah ternyata kosong tanpa adanya material batu ataupun pasir dan semen, yang ada adalah material tanah bekas galian. Sempat saudara Murtadho meminta agar saya mendokumentasikan kejadian itu, pada saat yang sama datanglah orang yang diduga adik dari Kades Riyono yang pada saat itu sedang mengendarai mobil pengesub pasir diareal bangunan tersebut datang menghampiri dan melihat apa yang sedang kami lakukan.

Sekira pukul 14:15 tim kami pun bergeser ke lokasi berbeda yang tidak jauh dari lokasi awal. Sesampainya di tim mengisi bahan bakar sepeda motor diwarung yang ada disekitar lokasi kegiatan pembangunan. Dan mendokumentasikan bangun drainase serta mewawancarai salah satu pekerja yang ada dilokasi. Tidak lama berselang tiga orang tim, beristirahat sejenak duduk-duduk sembari minum minuman yang kami beli diwarung yang ada disekitar lokasi tersebut.

Tidak lama kemudian datang seorang warga datang dengan menggunakan sepeda motor yang menyampaikan pesan dari Kades Riyono, "Mas, sampean dipanggil pak lurah kesana", ucap warga. Dan salah satu dari team kami membalas, " oh, njeh pak suwun, malah kebeneran nek enek pak lurah", ucap salah satu dari team kami. Team pun bergegas mengikuti warga utusan sang Kades.

Sekira pukul 14:50 WIB, team Sampai ditempat yang mana disana Kades Riyono sudah terlihat berada di sebrang jalan. Saudara Murtadho turun dari sepeda motor dan melambaikan tangan kearah Kades Riyono sembari menyapa dengan ucapan, "Pak Lurah, Piye kabare", ucap Murtadho. Namun bukan jawaban ramah yang dibalas dari pak Kades melainkan ucapan dengan nada tinggi yang ia lontarkan. "Kamu, kamu Edo kan? Apa maksudnya ini kalian foto-foto pekerjaan saya?", Ucap Kades sembari melompat menyebrangi parit dan menambrakkan badannya ke Murtadho.

Kades Riyono terus menerus bertanya dengan emosional, dan dengan ucapan yang intinya diduga tidak mau kalau kegiatan pembangunan drainase tersebut diliput oleh team kami. "Kami kan mempublikasikan pak, kenapa kok bapak marah", Ucap Murtadho. Mendengar ucapan Murtadho, kades Riyono makin emosi dan arogan sampai-sampai mendorong dada Murtadho dan hampir saja Murtadho jatuh karena kuatnya dorongan dari Kades Riyono.

Dengan perlakuan itu, Murtadho mencoba bertanya, apa maksud dari dorongan itu. "Opo sampean nantang gelut to pak", ucap Murtadho. Namun itu dibantah oleh sang Kades. "Sing nantang gelut sopo?!, (red.bahasa daerah) ucap Kades. "Yo, sampean ngedorong aku maksutte opo?!, tanya Edo. "Lo, aku, aku mau loncat arep tibo, kenek sampean, kedorong?!", (bahasa daerah) ucap Kades Riyono mengelak.

Dari  adu mulut itulah, Kades Riyono terus emosi dan berkata lantang, dan mengatakan, "Duel awak e dewe, neng perbatasan yo", ucap Riyono sambil bergegas mendahului team dengan mengendarai mobil dengan sangat kencang.

Diperjalanan, Team mendapati Kades Riyono menghentikan mobilnya tepat diareal perkebunan warga yang sepi. Terlihat Kades Riyono turun dari mobilnya, dan langsung menggulung celana yang panjang yang ia pakai. Dan segera menghampiri kami yang berhenti sekitar sepuluh meter dari Riyono.

"Mas, sini HPnya", ucap Riyono sembari mencoba merebut HP ditangan kami Wartawan PawartaNusantara.com, dan kami berusaha mempertahankan HP kami. Lalu tidak puas dengan kami, sang Kades menghampiri saudara Hendrik dari LSM LMN-RI, "Mas, sini HPnya?!", pinta Riyono. Namun saudara Hendrik hanya menjumlahkan HP yang tidak berkamera pada Sang Kades. Tidak puas dengan jawaban Hendrik, Riyono mencoba memeriksa tas yang ada pada Hendrik. Dan Hendrik mempertahankan haknya tersebut.

Tidak berselang lama, serombongan orang mengendarai sepeda motor datang ketempat kejadian dan salah satunya langsung menuju kearah paling depan. Dan diduga salah satu orang itu berniat untuk menghadang team kami. Kades Riyono terus menerus berteriak, "HPnya tarok, baru?!,ucap Riyono.

Dengan melihat warga yang diduga masa yang dikerahkan sang kades makin ramai berdatangan, dan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, maka rombongan team pun meninggalkan lokasi.

Dengan cara emosional sang Kades tidak terima bila Pekerjaan pembangunan drainasenya diliput, dan mendorong seseorang Wartawan anggota team kami. Apakah ini tidak bisa disebut menghalangi tugas Jurnalis. Lebih-lebih, sang kades berupaya merampas Handphone milik jurnalis. Bila dugaan ini benar adanya maka, kami mohon pihak-pihak yang berwajib segera melakukan tindakan-tindakan yang dibenarkan secara hukum dan aturan yang berlaku.

Baca juga : Bhabinkamtibmas Polsek Ngawen Polres Blora Awasi Musdes

"Kami selaku penulis, dengan bukti-bukti yang ada siap mempertanggungjawabkan apa yang kami tulis. Dan kami tegaskan, tidak ada diantara kami yang melakukan tindakan yang menakut-nakuti warga masyarakat diDesa Nabang Baru, dan tidak ada diantara kami yang mengaku-ngaku sebagai anggota Institusi tertentu". (Rj.Niti)
Share This :

0 komentar