BLANTERWISDOM101

Gagahi Siswi SLTP Di Pondok Wisata, Duda 25 Tahun Masuk Bui

Pelaku dapat dikenai pasal 81 ayat 2 UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda Rp 15 miliar.
pawartanusantara.com | Pacitan - Media Sosial (Medsos) bisa menjadi media informasi atau pun untuk kegiatan positif, Namun jika di salah gunakan bisa menjadi malapetaka bagi penguna tersebut, Seperti halnya yang terjadi pada Riyanto (25) seorang duda warga Kecamatan Tegalombo Pacitan harus berurusan dengan pihak berwajib karena telah berbuat asusila hingga 3 kali terhadap siwi salah satu SLTP di Kecamatan Bandar.

Sebut saja korban Bungga (14 tahun) sisiwi salah satu SMP di Kecamatan Bandar berkenalan dengan Riyanto (25) di Medsos (FB) sekitar 3 (tiga) bulan lalu dengan pelaku yang notabenenya seorang duda, Karena seringnya berkomunikasi melalui medsos sehingga tumbuh benih-benih cinta di antara mereka berdua. Sehingga pelaku berani melakukan perbuatan tersebut kepada korban.

"Karena saya benar-benar mencintai dia (Bungga_red) pak. Saya benar-benar sayang dan ingin menikahi dia,Makanya dia mau saya ajak ke pondok," kata Riyono ketika ditanya penyidik saat rilis di Mapolres Pacitan, Senin (13/8/2018).

Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori membenarkan jika telah terjadi kasus pencabulan/asusila, Korban bernama Bunga (14). Pada tanggal 7 Agustus 2018 lalu, dirinya dijemput seorang duda bernama Riyanto (25) warga Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo dari rumahnya. Awalnya Riyanto menjemput korban hendak diantar pergi ke sekolah. Namun saat di perjalanan, Pelaku membujuk korban untuk diajak pergi ke sebuah pondok di tempat wisata. Karena terbujuk rayuan gombal Riyanto, gadis bau kencur itu akhirnya mau mengikuti ajakan pelaku menuju gubuk wisata di Dusun Grigak, Desa Kemuning.

Sesampainya di lokasi yang dituju, pelaku mulai melancarkan aksi bejatnya. Bunga yang seharusnya bersekolah, pada hari itu harus kehilangan sesuatu yang seharusnya dipertahankan sampai waktunya kelak. Bunga digagahi pelaku sampai tiga kali.

"Jadi pelaku ini menjemput korban ke rumahnya. Tidak diantar ke sekolah tetapi malah di bawa kepondok dan di gagahi hingga malam hari kira-kira jam 22.30 WIB," terang Kasat Reskrim kepada pewarta.

Raibnya korban hingga jelang tengah malam tentu saja membuat keluarga dan lingkungan sekitar gempar. Warga pun beramai-ramai melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan bersama pelaku di salah satu hutan wisata.

Usai digerebek warga, pelaku lantas diserahkan ke Mapolsek Bandar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya

"Apapun motifnya, perilaku seksual di bawah umur itu melanggar hukum. Pelaku dapat dikenai pasal 81 ayat 2 UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda Rp 15 miliar," jelas AKP Djamin Kasubbag Humas Polres Pacitan.

Belajar dari kasus yang terjadi, Kasubbag Humas mengimbau masyarakat bijak bermedia sosial. Yakni dengan tidak begitu saja percaya dengan orang yang baru dikenal di dunia maya. Terlebih dalam beberapa peristiwa sebelumnya, ada warga tertipu gara-gara perkenalan via medsos

"Sekali lagi ini kasus kedua yang berhasil kami ungkap dalam satu bulan terakhir. Gara-gara medsos, tindakan kriminal terjadi. Silakan pakai medsos, namun yang bijak. Jangan asal percaya, wajah ganteng, kalimat, dan kata bujuk rayu manis, namun ujungnya siapa yang rugi? Bijaklah memakai medsos," pesannya.

Baca juga : Timnas Indonesia Akhirnya Terwujud di Stadion Delta Sidoarjo

Untuk kepentingan penyidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain pakaian yang dipakai korban serta sepeda motor Fiz warna merah. Kendaraan roda 2 itu digunakan tersangka untuk menjemput korban.(tyo)
Share This :

0 komentar