BLANTERWISDOM101

Kades Bumi Mas, Diduga Gelapkan Insentif Perangkat Desa dan Berhentikan Perangkatnya Tanpa Alasan Jelas

Gambar doc. ilustrasi.
pawartanusantara.com | Lampung Timur - Perangkat Desa merupakan bagian dari pemerintahan di Desa yang bertugas membantu Kepala Desa dalam menjalankan roda pemerintahan. Tugas, hak dan kewajiban perangkat desa dijamin oleh undang-undang no 06 tahun 2014 tentang desa. Dan diLampung Timur, insentif perangkat desa diatur oleh Perda no 10 tahun 2016. Mengingat tugas dan fungsi mereka jelas untuk membantu kepala desa, seyogyanya kepala desa memperhatikan kesejahteraan dan memberikan insentif kepada perangkat desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun perundang-undangan dan Perda yang telah ditetapkan kurang diindahkan dan tidak difahami dengan baik oleh Kepala Desa Bumi Mas Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung timur.

Alih-alih memperhatikan kesejahteraan perangkatnya, kepala desa berinisial YD ini justru bertindak sebaliknya, Kades ini dengan semena mena memberhentikan perangkat desanya tanpa alasan yang jelas dan tanpa memperhatikan mekanisme sesuai aturan yang berlaku.

Bahkan  insentif perangkat desa Kepala Urusan (Kaur) dan Kepala Dusun (Ketua RW/Kadus) yang menjadi hak mereka selama 2 bulan belum di dibayarkan, sedangkan RT  1 bulan insentif yang tidak dibayarkan.

Hal ini, terkuak begitu beberapa mantan perangkat desa menghubungi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lantai, dan meminta masalah ini dilaporkan ke pihak yang berwajib. "Kami ga terima mas dan kami minta keadilan, karena kami merasa diperlakukan tidak adil. Gaji kami 2 bulan tidak dibayar, alasannya untuk biaya pelantikan perangkat desa yang baru dan disilvakan. Bukan itu saja kami juga diberhentikan tanpa alasan, pokoknya kami minta dilaporkan ke pihak yang berwajib agar  masalah dapat ditindak", tutur 2 (dua) orang mantan Kaur Desa Bumi Mas yang enggan disebutkan namanya. "Kami semua siap jadi saksi", pungkasnya geram.

Sampai berita ini diturunkan team investigasi belum berhasil menemui Kades Bumi Mas untuk konfirmasi dan dimintai tanggapan terkait permasalahan ini. Bahkan telepon dan WhatsApp kami ke sang Kades tidak diresfon dan akhirnya diblokir, tidak tahu kenapa.

Baca juga : Membuat Resah, Belasan Anak Punk Diamankan Anggota Polsek Kota Pacitan

Akhirnya team investigasi dari LSM Lantai, LMN-RI dan media online PawartaNusantara.com,dan Media Teropong serta Media Pelopor Nusantara berjanji ke perangkat desa yang diduga dipotong insentifnya serta diberhentikan semena-mena oleh Kades tersebut, akan segera melaporkan dugaan penggelapan insentif perangkat Desa ke Polres  Lampung Timur. (Team)
Share This :

0 komentar