BLANTERWISDOM101

Kota Metro ; Miris, Anak Penghuni Wisma Yayasan Pendidikan Kristen Diduga Alami Pelecehan Seksual

Gambar Ilustrasi
PawartaNusantara.com | Lampung Timur- Sekampung Senin (27/08/2018), Niat hati untuk menuntut ilmu dan tinggal di wisma yayasan pendidikan Kristen ternama di kota Metro, agar dapat menggapai cita-cita. Namun tak dinyana nasib sial yang menimpa, mungkin itu yang kini dialami sebut saja si Unyil, seorang anak laki-laki yang baru berumur 12 tahun asal Lampung Timur.

Baru saja satu bulan tinggal di wisma dan bersekolah di salah satu Sekolah (SMP) Menengah Pertama Kristen dikota Metro, si Unyil harus pulang dan pindah sekolah. Hal itu ia putuskan karena selama tinggal di wisma ia mendapat perlakuan tidak senonoh oleh rekan sesama penghuni wisma yang telah lebih lama tinggal di sana.

Menurut Murtadho SE (Anggota Paregal LBH Awalindo Lampung Timur), selaku penerima kuasa dari pihak keluarga korban saat dikonfirmasi wartawan dikantornya menceritakan, "Dugaan pelecehan seksual yang dialami klien kami terjadi sekitar bulan lalu, saat ia masih tinggal di wisma milik salah satu yayasan pendidikan Kristen ternama di kota Metro. Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dua orang pelaku terhadap klien kami, yakni dengan cara memaksa kepada korban untuk ditelanjangi dan diberi lotion pada bagian kemaluannya. Serta memaksa korban untuk menuruti apa yang diinginkan oleh kedua orang yang diduga sebagai pelaku. Kedua orang yang diduga sebagai pelaku perbuatan pelecehan seksual tersebut diketahui sebagai siswa salah satu Sekolah Menengah Atas yang bernaung di bawah yayasan pendidikan Kristen ternama di kota Metro", papar Murtadho SE.

Menindak lanjuti permohonan pendampingan oleh pihak keluarga korban, "Kami tim Paralegal LBH Awalindo Lampung Timur sebelumnya berupaya untuk bertemu dengan Pimpinan Yayasan serta pengelola wisma tempat tinggal korban. Namun sayangnya sampai saat ini kami belum bisa bertemu, namun upaya terbaik untuk korban tetap kami upayakan, salah satunya kami menggandeng pihak Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (LPPAI) Lampung Timur untuk turut serta memberikan pendampingan terhadap korban serta mengupayakan pemulihan psikologi korban agar dapat kembali bersekolah dengan baik", tambah Murtadho SE.

Baca juga : Ini Medali Emas Ke 11, Karateka Rifki Ardiansyah Arrosyiid

Lebih lanjut Murtadho SE menegaskan, "Hal semacam ini tidak bisa dibiarkan, dan pihak yayasan pengelola wisma tersebut harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Bahkan menurut salah seorang orang tua yang diduga pelaku, ini bukanlah kejadian yang pertama kali terjadi. Sangat disayangkan, seyogyanya yayasan pendidikan yang berlatar belakang keagamaan semestinya dapat memberikan bimbingan rohani dan contoh yang baik serta dapat melindungi anak-anak penghuni wisma dari perbuatan dan perlakuan tidak terpuji yang dapat mempengaruhi psikologis anak-anak dalam menuntut ilmu", tegas Murtadho SE.(Raja Niti)
Share This :

0 komentar