BLANTERWISDOM101

Pandeglang ; Pekerjaan Peningkatan Irigasi Tata Guna Air, Diduga Asal-Asalan

PawartaNusantara.com | Pandeglang- Pekerjaan program P3A Mitra Cai Cisema Raya daerah irigasi Cisema 1, No Pks. HK.01.03/187/PKS/PPK-Opsda III/VI/2018, Bantuan jaringan irigasi, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Tahun Anggaran 2018, di Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dikerjakan asal jadi dan diduga tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang termuat dalam gambar, Pasalnya. Hasil Investigasi awak media Rabu (01/08/18). dalam pelaksanaan terkesan asal-asalan, seperti pemasangan pondasi dalam peletakan batu pertama tidak menggunakan amparan pasir dan adukan terlebih dahulu hanya ditimpa adukan seadanya. Sehingga Diduga keras menyimpang dari kontruksi pembangunan.

Sementara itu, Ketua Kelompok (P3A) Mitra Cai Cisema Raya Desa Angsana “Sdr. Yani“ saat hendak dikonfirmasi terkait, pelaksanaan proyek pembangunan jaringan irigasi tersebut. Sulit untuk ditemui, Bahkan. Melalui telepon genggam dan lewat pesan WatsApp tidak membalas.

Terkait Dugaan Penyimpangan dan dalam pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi yang terkesan dikerjakan asal jadi. Sama Herlambang, Sekjen Bidang Hukum dan Hak Azasi Manusia (BHH-GIB) Menanggapi, proyek yang dikerjakan swakelola oleh P3A Mitra Cai Cisema Raya, Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, harus dilakukan pembongkaran dan pekerjaan ulang karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah direncakan, “jelasnya.

Menurutnya semua elemen masyarakat harus aktif melakukan, pengontrolan sehingga, pekerjaannya bisa maksimal dan dapat digunakan jangka panjang, jangan hanya dijadikan ajang korupsi bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab karena anggaran tersebut narasumber dari pemerintah masyarakat harus peduli, “ ucapnya.

Ia menambahkan. Pelaksanaan pekerjaan jaringan irigasi yang terkesan dikerjakan asal jadi, oleh P3A dimana telah berbuat curang dan diduga dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan keuntungan semata bagi pengelola yaitu P3A Mitra Cai Cisema Raya, Sehingga pihaknya beranggapan ada aroma kong kolikong antara pendamping dengan P3A Mitra Cai Cisema Raya, Sebab pendamping  telah melakukan pembiaran, “ tegasnya.

Sesuai dengan Undang-Undang KPK, pasal 7 ayat (1) UU huruf a dan b nomer 20 tahun 2001, pemborong berbuat curang, dan Pengawas melakukan pembiaran, maka dapat di kategorikan KORUPSI, “Katanya.

Baca juga : Polsek Blora Salurkan Bantuan Air Bersih Sebanyak Untuk Emapat Desa Kekeringan

“Pembangunan program percepatan tata guna air/jaringan irigasi kelompok P3A Mitra Cai Cisema Daerah Irigasi Cisema 1 Desa Angsana diduga keras keluar dari RAB, dan tidak mengacu kepada petunjuk teknis (Juknis) yang termuat dalam gambar “ pungkasnya.
(kasman/global)

Share This :

0 komentar