BLANTERWISDOM101

Ada Apa Dengan Kelompok Tani Acacia Beltim

PawartaNusantara.com | Belitung Timur- Kelompok Tani Acacia yang dikabarkan berada di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu kini menuai pertanyaan kalangan masyarakat, hingga  Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) melakukan investigasi kebeberapa tempat yang berkaitan dengan kayu accacia yang dikelola oleh Kelompok Tani Acacia Beltimini, pada Jum’at (14/9/2018).

Mencuatnya pertanyaan mengenai kelompok tani acacia ini bermula  dari laporan masyarakat  mengenai pengiriman   kayu jenis acacia yang dikelola oleh Kelompok Tani Acacia yang akan dikirim melalui salah satu pelabuhan yang ada di Desa Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak.
Kelompok Tani Acacia yang diketuai  inisial AF   warga  dari Kelapa, Bangka Barat yang beralamat kantor sementara  di Desa Padang, Kecamatan Manggar, Beltim dinilai fiktip.

Ketua Ormas LAKI Suryadi mengatakan kepada wartawan izin-izin yang dikeluarkan dinas tertentu akan menjadi tidak sah jikalau dokumen awalnya saja tidak ada  rekomendasi dari desa. Suryadi menduga mungkin inisial NF selaku ketua Poktan Acacia memakai rekayasa data tersebut sebagai penghantar kesyaratan dan kelengkapan untuk mendapatkan izinnya.

“Sangat disayangkan bahwa dinas terkait tidak mengecek kelengkapan dan keabsahan dokumen pengantar tersebut ke desa dimana Poktan tersebut berdomisili,’’ ujar Suryadi.

Sebelumnya Suryadi mengkonfir ke Sekretaris Desa Padang  Rizal, dikatakan Rizal  “Kami maksudnya (Pihak Desa Padang) tidak pernah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang pembentukan kelompok tani itu (Poktan Acacia). Kami hanya mengeluarkan surat keterangan domisili, kepada inisial AF, dan tidak ada anggotanya  dari desa kami. Kelompok Tani Acacia ini data arsipnya juga tidak ada di kami,’’ jelas Rizal.

Sementara warga Desa Padang inisial YN, yang dulunya pernah diminta bantuan oleh NF kepada wartawan menceritakan awal pembentukan Poktan tersebut.
“Awalnya inisial NDR yang datang kepada saya dia juga orang Bangka. Dia NRD minta tolong untuk membuka jalan sosialisasi ke masyarakat Desa Desa yang kayunya nanti akan diambil, itu sekitar  bulan April sebelum lebaran tepatnya. Kemudian saya diminta tolong agar mengajukan permohonan untuk mendapatkan rekomendasi desa sebagai syarat mengurus dan mendapatkan P.O dari pihak perusahaan yang akan membelinya nanti yaitu PT. SM. Yang nantinya akan dibawa ke pabriknya langsung di Palembang,’’ kata YN.

Baca juga : Kesebelasan Desa Arjowinangun Juarai Turnamen Piala Kemerdekaan Kabupaten Pacitan

Menyikapi hal tersebut Ketua Ormas LAKi Suryadi akan mendalami lebih lanjut mengenai keabsahan dokumen yang dimiliki Poktan Acacia ini, baik ke dinas terkait maupun ke Notaris yang mengeluarkan  Akta pengesahan Poktan itu. “Mengingat ini sebuah kelompok maka harus ada data hasil rapat kelompok, data anggotanya, dan SK Desanya juga,   jika itu tidak ada maka patut diduga ini menyalahi aturan, tandasnya. (Marsidi) 
Share This :

0 komentar