BLANTERWISDOM101

Diduga Muat Zirkon Ternyata Timah Batangan


PawartaNusantara.com | Belitung, Tanjungpandan sejumlah wartawan dari perkumpulan wartawan Belitung (Perwabel) dan Ketua LSM Merah Putih Kabupaten Belitung awalnya menduga 3 mobil truck bermuatan  zirkon, namun ternyata ke 3 (tiga) mobil truk itu muatannya Timah Batangan  sekitar 40 ton yang sedang diparkir diareal ekspedisi kota Tanjungpandan.

Tiga (3) Mobil  truk yang sedang parkir di Gang Cengkeh, Desa Dukong, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kep. Bangka Belitung,   tepatnya dikediaman saudara JY  yang disebut sebagai pengurus ekspedisi dan menurut keterangan dari rekan beliau inisial HN,  inisial JY  menjabat sebagai  Direktur.
Sebelumnya Ketua Perwabel  Yurman Abel  dan  sejumlah wartawan dari Persatuan Wartawan Belitung (Perwabel) dan  Ketua LSM   Merah Putih di Kabupaten Belitung  pada Selasa (18/9/2018) malam,  menduga ketiga (3) mobil truk yang sedang parkir di halaman  belakang kantor ekspedisi tersebut adalah timah pasir jenis silikon, namun setelah dilakukan pengecekan didampingi anggota Kepolisian ternyata muatan ketiga (3) mobil truk itu timah yang sudah dicetak dalam bentuk  batangan.

Ketika wartawan mengkonfirmasi kepihak perusahaan melalui via handphone saudara HN mengatakan, barang tersebut betul milik PT. Tomi Utama yang mana  selaku direkturnya  adalah inisial AM, dan saudara JY hanya berurusan masalah dokumen pengiriman barang (Ekspedisi).

“Pak JY, direktur saya juga pak, beliau pengurus dokumennya,’’ ujar HN.
Lebih lanjut  HN menambahkan bahwa saudara insial JY akan kelokasi ekspedisi tersebut yang tidak lain tempat dimana ketiga mobil bermuatan timah batangan tersebut sedang diparkir.

“Tunggu  aja ya, sekitar satu jam lagi beliau pak JY akan datang kesitu,’’ imbuhnya. 
Setelah beberapa saat lamanya inisial JY yang dimaksudkan oleh saudara HN tidak kunjung datang hingga wartawan menghubungi pihak kepolisian setempat untuk melakukan pengecekan dokumen dan surat jalan.

Pihak kepolisian melalui penyidik dan pekerja ekspedisi didampingi wartawan saat melakukan pengecekan dan kesesuaian surat jalan yang dimiliki oleh PT. Tomi Utama ternyata tidak ada masalah. Dan ternyata muatan ketiga truck tersebut bukan biji timah silicon,  melainkan timah yang sudah jadi batangan.Timah batangan sebanyak empat puluh (40) ton yang dibawa dalam truck cold diesel  No. Pol BN-4285-AJ sopir Sandi, BN 8026 TN sopir Benni, dan truck tronton BN 4192 LW sopir Rudiansyah akan dibawa ke pelabuhan Pangkal Balam, Bangka dengan penerima PT. Tantra Karya Sejahtera.

 “Untuk muatan dan surat jalan dari pihak perusahaan gak ada masalah, muatan timah batangan itu sesuai dengan dokumen yang mereka perlihatkan,’’ ucap oknum penyidik kepada media ini.

 Pihak pekerja ekspedisi yang namanya tak mau disebutkan dan juga bawahan   inisial JY mengatakan bahwa ketiga truk bermuatan tersebut yang diparkir dihalaman belakang lantaran menghindari jikalau ada hal-hal yang tidak diinginkan.

 “Kenapa parkir disini, jika terjadi hal-hal seperti kerusakan dan kebocoran ban misalnya atau bahkan kehilangan itu tanggung jawab kami selaku pihak ekspedisi. Ketiga mobil truk itu semuanya ada 40 ton timah batangan, yang satu ini 10 ton, yang ini tengah 20 ton dan satunya 10 ton,’’  ungkap pekerja yang namanya tak mau disebutkan sambil menunjuk kearah mobil truk yang ditutup terpal.

Adapun inisial Am yang disebut-sebut sebagai direktur PT. Perusahaan Pemilik timah batangan ketika dikonfirmasi awak media mengatakan silahkan hubungi ke saudara inisial HN. Sementara inisial HN saat dihubungi mengatakan dirinya sedang berada  di Kabupaten Beltim.

“Saya masih di Beltim pak untuk dokumen pengiriman silahkan hubungi langsung ke pihak ekspedisi saudara inisial JY,’’ jelas HN.

Merasa janggal dengan muatan dan penempatan barang tersebut, Ketua Perwabel bersama rekan-rekan wartawan lainnya dan Ketua LSM Merah Putih Kabupaten Belitung mengkonfirmasi langsung ke Dinas Badan Penanaman Modan dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Beltim. Kepala Dinas BPMPPT Kabupaten Beltim Liatim ternyata sedang tidak ada ditempat, dikatakan salah satu pegawainya yang tidak lain adalah Kabid Pelayanan Perizinan bahwa pak Liataim sedang dinas luar.

Kabid Pelayanan Perizinan  BPMPPT Kabupaten Beltim inisial MD kepada wartawan mengatakan, Pak Kadisnya sedang dinas luar untuk konfirmasi lebih lanjut nanti bisa kesini lagi sekitar pukul 13.30 wib ketemu sama Kasi pengendalian penanaman modal dan penanganan pengaduan  pak Budi Yuliansyah.
 
“Pak Kadisnya  tidak ada beliau sedang dinas luar pak, ada apa ya pak, nanti bisa ketemu sama pak Kasi pengendalian penanaman modal dan penanganan pengaduan pak Budi Yuliansyah sekitar pukul 13.30 wib bapak  kesini  lagi jika ada yang perlu dibicarakan,’’ ucap MD kepada sejumlah wartawan dikantornya, Rabu (19/9/2018).

Dikatakan Kasi pengendalian penanaman modal dan penanganan pengaduan Budi Yuliansyah untuk perusahaan PT. Tomi Utama setahu dia Juli 2019 masa berlaku IUP OP nya harus diperpanjang, namun lantaran tidak mengetahui secara pasti awak media minta kepastian  yang jelas dengan kata lain harus sesuai dengan bukti yang ada  jangan sampai konfirmasi nya tidak jelas dan salah menulis rilis beritanya.

“Setahu saya PT tersebut Juli 2019 masa berlakunya IOP OP nya,’’ kata Budi dihadapan awak media.
Kita belum tahu apakah perusahaan tersebut telah melakukan perpanjangan atau belum, dikarenakan kewenangannya sekarang kan ada di Provinsi, sejauh ini kita belum menerima laporan dari Provinsi jadi yang kita ketahui hanya itu, dan ternyata 30 April 2018 dapat diperpanjang sekali lagi selama 5 tahun, ungkapnya.
Direktur PT perusahaan inisial AM  saat dikonfir awak media melalui via handphonenya Rabu (19/92018) mengatakan untuk PT. Tomi Utama ada 2, yaitu PT. Tomi Utama dan PT. Tomi Utama 1.

“PT. Tomi Utama itu ada 2 (dua), yaitu PT. Tomi Utama dan PT. Tomi Utama 1, yang PT satunya itu dicabut karena tidak boleh memiliki 2 IUP OP,’’ kata AM.

Ketua LSM Merah Putih Kabupaten Belitung Amir Syarifudin  kepada media ini mengatakan, dirinya sudah menghubungi melalui via handphonenya ke Dinas Pertambangan  Provinsi Kep. Babel  mengenai perpanjangan izin IUP OP atas nama PT. Tomi Utama. 

“Perpanjangan izin IUP OP atas nama PT Tomi Utama memang sudah diajukan perpanjangan, namun selaku Kepala Dinas Pertambangan Suranto akan mengecek dahulu mengenai dokumen-dokumen itu,”  kata Amir. 

Wartawan media Koran Perangi Korupsi (KPK) Nurdin menduga  ada kelalaian pengawas pertambangan Khususnya dinas terkait setelah dikonfir ke dinas pemerintah daerah kabupaten beltim.

“Kenapa saya menduga ada kelalaian dari dinas terkait, dari keterangan dinas terkait  (Kabupaten Beltim) mereka belum memiliki dokumen izin perpanjangan  IUP OP perusahaan tersebut dari Dinas Pertambangan Provinsi, sedangkan yang kita ketahui  pembicaraan Ketua LSM Merah Putih Amir Syarifudin melalui via handphone ketika menghubungi Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Suranto mengatakan bahwa izin perpanjangan IUP OP PT. Tomi Utama memang sudah diajukan perpanjangan namun belum diketahui secara pasti sudah cleear atau belum, sementara pihak perusahaan telah melakukan produksi timah jenis batang yang sudah dicetak,’’tukas Nurdin.

Baca juga : Layakkah Atau Tidak, Tambang Secara Manual Ditengah Pemukiman

Hingga berita ini dinaikkan kepala dinas pertambangan provinsi belum ada klarifikasi nya apakah izin perpanjangan IUP OP nya perusahaan tersebut sudah cleear, dan ketika dihubungi oleh awak media ini melalui vian handphonenya belum ada jawaban dari dinas Pertambangan Provinsi. (Marsidi)
Share This :

0 komentar