Layakkah Atau Tidak, Tambang Secara Manual Ditengah Pemukiman - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

PAWARTA TV

Monday, 17 September 2018

Layakkah Atau Tidak, Tambang Secara Manual Ditengah Pemukiman

PawartaNusantara.com | Belitung Timur- Tambang secara manual beroperasi ditengah pemukiman Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kep. Babel. Tepatnya tidak jauh dibelakang kantor Desa Kurnia Jaya, Manggar dan tidak jauh dari Sungai Manggar.

Dengan melihat kondisi yang sedemikian adanya, ternyata pengaruh biji timah sangat primadona untuk mata pencarian masyarakat.

Berdasarkan pantauan media ini dan fakta yang tersaji dilapangan Senin (17/9/2018) sore, tampak satu unit alat berat jenis eksapator sedang parkir dilokasi penambangan manual eks gudang basrai tersebut. Dan juga beberapa pekerja terlihat sedang melakukan aktifitas penambangan manual dengan alat seadanya yaitu karpet untuk alas menambus  atau membersihkan guna mengambil mineral biji timah.

Pekerja dari pengepul atau penampung biji timah saat ditanya dilokasi mengatakan aktifitas tersebut baru sekitar  dua bulan lebih berjalan.

"Kurang lebih sekitar dua bulan beraktifitas, dan kandungan mineral biji timah pun  rendah, kadarnya sekitar 40an, itu pun kalau dalam 20 kiloan kalau dimeja goyangkan cuma dapat 1 kiloan yang bagusnya," ujar pekerja yang namanya tak mau disebutkan.

Mereka melakukan penambangan penambangan lanjutnya pekerja yang namanya tak mau  disebutkan, tidak menggunakan mesin dan hasilnya pun kalau tidak diolah dengan meja goyang kadarnya sangat rendah, imbuhnya.

Oknum LSM solidaritas  masyarakat beltim (SMB) inisial DI kepada media ini mengatakan, telah melakukan konfirmasi kepihak pemerintah setempat untuk menanggapi hal tersebut. Dan diduga pihak penampung atau pengepul biji timah inisial AM telah dihubungi melalui via handphone. Ketika dihubungi oknum LSM SMB melalui via handphonenya Senin (17/9) pukul 16.55 wib, Sore. Diduga pihak kolektor biji timah inisial AM mengatakan lokasi yang ditambang secara manual tersebut adalah milik inisial AC.

"Ya, tadi saat saya hubungi melalui via handphone sekitar pukul 16.55 WIB, inisial AM  mengatakan lokasi pebambangan secara manual itu milik inisial AC, namun saat ditanya izin tambangnya AM langsung mematikan handphonenya," ungkap Di.

Sementara warga masyarakat Manggar inisial MN kepada media ini menuturkan, dengan adanya aktifitas tambang secara manual diareal tersebut sangat tidak etis.

"Menurut pandangan saya aktifitas penambangan walaupun itu secara manual sangat tidak etis, karena disekitar situ ada pemukiman yang juga sangat dengan aliras DAS Sungai Manggar. Dalam hal ini seharusnya  pemerintah tidak boleh berdiam diri sampai sejauh mana peraturan dan perundang-undangan harus diberlakukan dan diberikan pada tempatnya. Kalau pertambangan sudah tidak diatur pada mekanisme pengaturan perundang-undangan dan peraturan dan perundang-undangan nanti rumah kita aja kita hantam tidak masalah," kata MN.

Harapan saya pemerintah dalam hal ini yaitu pertambangan, Desa, Camat, itu harus melihat langsung permasalahan jangan membiarkan berlanjut-lanjut. Secepatnya pemerintah dalam  hal ini  turun sidak kelapangan melihat dan mengambil inisiatif apa yang mereka lakukan terkait peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kalau kita melihat kelayakan itu, kita sebagai masyarakat hanya bisa berbicara tetapi peran fungsi yang menegakkan itu adalah pemerintah  itu sendiri melalui Pol PP, karena penegak suatu Perda adalah Pol PP. Nah, kalau  penegak suatu undang-undang adalah Polisi, jika kedua elemen ini membiarkan itu berlarut-larut berarti kita tidak lagi melakukan peraturan  dan perundang-undangan. Jadi marilah kita kembalikan kepada tupoksinya daerah ini marilah kita menambang  sebagaimana mestinya yang diatur, bukan semuanya tidak boleh tapi ada aturan yang harus kita taati," terang MN.

Kepala Dusun Kurnia Jaya inisial SU, saat dikonfir awak media ini melalui via handphone Senin (17/9), pihak desa sudah pernah melarang, dan tempat itu sepengetahuan dirinya merupakan Aset PT Timah milik BUMN, namun entah bagaimana benar atau tidaknya areal   tersebut yang tidak lain eks gudang basrai itu sudah beralih dan atau diduga diperjual belikan.

Baca juga : Kudus, MA Bawa Obat Terlarang Warna Kuning

"Areal itu dulunya disebut  gudang basrai, milik PT. Timah, namun entah gimana ceritanya saya kurang persis diduga areal eks gudang basrai milik PT. Timah itu sekarang sudah dipindah tangan," tutur Su. (Marsidi)

No comments:

Post a Comment