BLANTERWISDOM101

Sijago Merah Hanguskan Rumah Berdinding Bambu Milik Warga Miskin Peserta PKH

PawartaNusantara.com | Lampung Timur. Wawaykarya Minggu (16/9/2018), Ganasnya kobaran api hanguskan rumah semi permanen berdinding bambu milik Paimin Ahmad 79 tahun, warga dusun 6 (enam ) desa Marga Batin, Kecamatan Wawaykarya, Kabupatennya Lampung Timur.

Kejadian kebakaran yang menghanguskan rumah milik kakek Paimin tersebut terjadi sekitar pukul 11:30 WIB. Saat kejadian, penghuni rumah yakni Kakek Paimin dan anak Laki-lakinya (Asep) sedang berada di rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut saksi mata saat dikonfirmasi dilokasi kejadian, Siswadi dan kawan-kawan menceritakan, "api tiba-tiba berkobar sangat besar sekali, dan api terlihat berasal dari arah dapur rumah Pak Paimin. Kami warga masyarakat yang berada disekitar lokasi kejadian berupaya keras untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun tiupan angin yang begitu kencang dan material rumah yang hanya terbuat dari kayu dan bambu, membuat api tidak dapat kami kendalikan. Waktu pak Paimin pulang, api udah besar mas, dan rumah itu udah hangus semua", ucap Siswadi.

Kepala desa Marga Batin (Mugo haryono) saat dikonfirmasi wartawan media online PawartaNusantara.com via telepon menyampaikan. "Rumah tersebut adalah milik Mbah Paimin, yang ia tempati bersama anak Laki-lakinya. Kejadian tersebut bermula pada saat Pak Paimin merebus air, dan setelah merebus air tersebut, Mbah Paimin memadamkan api ditungku yang menggunakan bahan bakar kayu tersebut dengan menyiramkan air secukupnya. Setelah itu, Mbah Paimin pergi ke rumah sanak saudaranya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Tak disangka, rupanya api ditungku dapur rumah Pak Paimin tersebut belum benar-benar padam. Dan api yang berasal dari tungku tersebutlah yang telah menghabiskan seluruh bagian rumah beserta isinya", jelas Mugo haryono.

Lebih lanjut Mugo haryono menyampaikan, "Keluarga Pak Paimin Ahmad adalah warga yang berstatus ekonomi tidak mampu, dan merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Keluarga korban ini, tidak memiliki harta kepemilikan apapun selain rumah beserta tanah pekarangan yang selama ini mereka tempati. Dan harta satu-satunya milik Pak Paimin dan keluarga sudah tinggal puing-puing saja", tambah Mugo haryono terharu.

Kapolsek Wawaykarya melalui Brigpol Jailani (Babinkamtibmas desa Marga Batin) saat dikonfirmasi tidak lama setelah kejadian, membenarkan adanya kejadian musibah kebakaran yang menimpa warga masyarakat desa Marga Batin tersebut. "Kami sudah melihat langsung kelokasi kejadian, dan melakukan pendataan. Diperkirakan kejadian kebakaran tersebut mengakibatkan  kerugian sekitar Rp.20.000.000; (Dua puluh juta rupiah). Rumah beserta isinya tidak ada yang bisa diselamatkan oleh pihak warga yang ada dilokasi kejadian. Seluruh isi rumah korban habis hangus terbakar, surat-surat penting, ijazah, dan ATM Peserta PKH milik korban juga hangus terbakar. Dengan kejadian ini, kami dari jajaran Polsek Waway Karya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat diwilayah hukum Wawaykarya, agar lebih berhati-hati lagi dalam mengunakan api saat memasak, agar kejadiannya semacam ini tidak terulang lagi", ucap Brigpol Jailani.

Baca juga : DPD RI Evaluasi Dana Otsus Aceh dan Papua

Asep (anak pemilik rumah) saat dikonfirmasi wartawan setelah kejadian, berharap agar pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lampung Timur dapat membantu, agar keluarga mereka dapat memiliki rumah kembali tempat mereka berlindung. "Saya mohon bantuan, agar keluarga kami dapat punya rumah lagi seperti semula", ucap Asep dengan mata berkaca-kaca.(Rj Niti)
Share This :

0 komentar