50 Tahun Sanggar Condro Wanoro, Ditandai Dengan Gebyar Tari Kethek Ogleng - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

Sunday, 14 October 2018

50 Tahun Sanggar Condro Wanoro, Ditandai Dengan Gebyar Tari Kethek Ogleng

PawartaNusantara.com | Pacitan - Memasuki usianya yang ke 50 tahun, Sanggar Condro Wanoro yang bermarkas di Desa Tokawi Kecamayan Nawangan Pacitan tersebut mengelar Gebyar Seni Kethek Ogleng. Dalam gelaran tersebut sekitar ada 150 penari meramaikan kegiatan yang diselengarakan di Halaman Monumen Panglima Besar Jendral Soedirman Desa Pakis Baru.

Menurut Pengasuh sanggar seni Condro Wanoro Sukisno mengatakan, Gebyar seni tari Kethek Ogleng yang menjadi salah satu seni tradisi asli Desa Tokawi tersebut sengaja di gelar untuk ikut mempromosikan seni budaya kepada halayak ramai, Serta turut melestarikan kesenian yang di dirikan pada tahun 1962 oleh Bapak Sutiman dan berdirinya Sanggar Condro Wanoro pada tahun 1968.

"Kesenian Kethek Ogleng merupakan warisan Leluhur Dan Segenap Dimensinya, Kalau bukan para generasi bangsa yang meneruska,siapa lagi? Apalagi dengan majunnya teknologi modern seperti saat ini, Bila tidak.dari diri kita sendiri siapa lagi yang akan melestarikannya,"ujarnya usai acara tersebut, Minggu (14/10/2018).

Lebih lanjut Sukisno menambahkan, Dengan di gelar Gebyar Tari Kethek Ohleng ini bisa menjadi Ikon Kabupaten Pacitan, Dan bisa menarik wisatawan untuk bisa melihat dekat tari tersebut. Karena dalam acara ini, Ribuan warga dari berbagai penjuru hadir, Bahkan bukan hanya masyarakat Pacitan, namun warga dari Ponorogo dan Jateng juga menyempatkan diri menyaksikan pagelaran kesenian ini.

"Selain tarian Kethek Ogleng, pada kesempatan tersebut juga dipertontonkan kesenian reog Ponorogo serta tarian Gambyong dari Sanggar Tari Kartika Putri, Kabupaten Ponorogo dan marching band dari SMKN 1 Nawangan yang semakin menambah meriahnya acara ini,"tambahnya.

Bupati Pacitan, Indartato berharap agar festival Khetek Ogleng menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Dengan kegiatan yang di laksanakan secara rutin dapat menyedot animo masyarakat serta bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat. Dan yang lebih utama, akan bisa menjadi ikon kesenian di Pacitan.

Baca juga : Sengketa Pilkades Watukarung, Calon Petahana Pertanyakan SK

"Kami juga memberikan apresiasi sangat besar kepada Mbah Sutiman yang merupakan pendiri kesenian Khetek Ogleng asli dari Desa Tokawi tersebut, Semoga di ulang tahun seni Kethek Ogleng Sanggar Codro Wanoro ke-50 ini menjadi momentum yang luar biasa dan semoga generasi muda tetap menguri-uri seni budaya lokal agar tetap lestari,"tandas orang nomor satu di pemkab Pacitan tersebut.

Patut berbahagia untuk saat ini kesenian Ketek Ogleng masuk sebangai kurikulum tambahan di sekolah-sekolah, Dengan begitu tidak akan dikwatirkan lagi generasi Ketek Ogleng akan pupus.(tyo)