Mengaku Wartawan Diduga Memback-Up Tambang dan Alat Berat di Kawasan HL - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

Thursday, 25 October 2018

Mengaku Wartawan Diduga Memback-Up Tambang dan Alat Berat di Kawasan HL

PawartaNusantara.com | Jebus Babel- Arafat alias La Ara mengaku sebagai wartawan dan mempunyai surat tugas namun membekengi tambang ilegal yang beraktivitas diduga kawasan Hutan Lindung (HL) Kebun Ubi, Dusun Pengana, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pantauan dilapangan ada sekitar 7 (tujuh) unit tambang inkonvensional yang beraktifitas dikawasan tersebut dengan menggunakan eksavator merk hitachi warna orange.

Dalam pengakuannya, La Ara sebut eksavator itu dia pengurusnya dengan alasan untuk membantu warga setempat.

"Tolong jangan diberitakan, saya hanya membantu warga setempat untuk melakukan penambangan dikawasan itu, dan mana foto-fotonya," ujar La Ara disalah satu warung kopi di Parittiga, seperti dilansir media amunisinews, Rabu (24/10/2018).

La Ara juga berkali-kali meminta kepada wartawan menunjukkan foto-foto lokasi penamba gan yang difoto wartawan"mana foto-fotonya?," tanya La Ara.

Tidak berhenti sampai disitu, La Ara pun mengajak wartawan untuk ngobrol disebelah warung kopi tersebut dan berusaha membujuk wartawan agar lokasi itu tidak diberitakan.

Namun La Ara tidak berhasil membujuk wartawan, akhirnya La Ara marah dan mengaku bahwa dirinya juga sebenarnya seorang wartawan yang mempunyai surat tugas"Saya juga wartawan dan mempunyai surat tugas" akuinya.

Namun sayang walau dia  mengaku punya surat tugas wartawan akan tetapi surat tugas itu tidak dibeberkan hingga akhirnya dia pergi meninggalkan wartawan sambil emosi.

"Silahkan mau tulis, tulislah dan kalau tambang itu angkat dari lokasi (kebun ubi-red) liat saja," ancam La Ara sembari meninggalkan wartawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung (Babel) Marwan S.Ag melalui Bambang Antan Melyadi selaku pejabat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jebu mendapat konfirmasi dari wartawan  menegaskan pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi penambangan tersebut (kebun ubi-red).

"Secepatnya kita akan lakukan pengecekan terhadap aktifitas penambangan itu," kata Melyadi kepada wartawan melalui sambungan via handphone. Rabu (24/10/2018).

Diakuinya daerah kawasan kebun ubi itu masuk wilayah hutan lindung (HL) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk itu secepatnya kita akan lakukan pengecekan ke wilayah yang dimaksud.

"Wilayah itu masuk kawasan HL dan HTI dan secepatnya kita akan lakukan pengecekan," lugasnya. [Maridi]

No comments:

Post a Comment