Menteri KKP Susi Pudjiastuti Audensi Dengan Masyarakat Nelayan Beltim - PAWARTANUSANTARA.COM

Breaking

PAWARTA TV

Thursday, 4 October 2018

Menteri KKP Susi Pudjiastuti Audensi Dengan Masyarakat Nelayan Beltim

PawartaNusantara.com | Belitung Timur-Damar, kedatangan Menteri Kelautan Dan Perikanan  (KKP) Republik Indonesia Ibu Susi Pudjiastuti dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, beserta rombongan disambut baik oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejumlah warga masyarakat nelayan Kabupaten Beltim yang hadir juga terlihat sangat antusias menyambut kedatangan ibu Menteri KKP ketika tiba di Pantai Burung Mandi, Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar. Kamis (4/10/2018).

Hadir Gubernur Babel Erzaldi Rosman diwakili Wagub Babel Abdul Fattah,  Bupati Belitung H. Sahani Saleh, Bupati Beltim Yuslih Ihza, Polda Babel, Kapolres Beltim AKBP Erwin Siboro, SIK. Wakapolres Beltim Kompol Jimmy. Kurniawan. SIK, Danpos AL, Danpos Auri, Koramil Manggar , Bazarnas, Dinas KKP Provinsi, Camat se-Kecamatan Beltim, Kades, Forkopimda, HNSI dan sejumlah masyarakat nelayan Beltim.

Sebelumnya  Menteri KKP Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan ke pantai serdang Desa Baru, Kecataman Manggar, lalu berlanjut ke salah satu lokasi Go Green pasca reklamasi PT. Timah di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, dan berlanjut ke Pantai Burung Mandi, Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, untuk melakukan audensi dengan masyarakat nelayan beltim.

Menteri KKP Ibu Susi Pudjiastuti dalam kata  sambutannya dihadapan masyarakat nelayan yang hadir  mengatakan, laut belitung sangat cantik maka itu pemerintah daerah setempat dan masyarakatnya harus saling menjaga lautnya.

“Jika ada nelayan yang merusak laut dengan cara mengebom ikan dan atau cara apapun itu yang merusak laut  laporkan dengan pihak yang berwajib, Kepolisian, atau Angkatan Laut, dan Bupati itu baru namanya ikhtiar,’’ ujar Susi.

Sementara perwakilan masyarakat nelayan Desa Balok, Kecamatan Dendang, Risdayanto mengatakan dihadapan Ibu Menteri Susi, merasa resah akan adanya alat tangkap yang disebut sungkur alias tudong dorong.

“Sebelumnya sudah pernah ditangkap mereka yaang menggunakan alat tangkap sungkuralias tudong dorong ini, namun   sekarang mereka kembali beroperasi lagi,’’  ungkap Risdayanto.

Adapun masyarakat nelayan Desa Damar, Kecamatan Damar,  Yudi. S juga menuturkan bahwasanya apa yang disampaikan oleh Ibu Menteri sebelumnya terkait alat tangkap ikan yang dimaksud itu memang benar adanya.

“Mengenai   alat tangkap ikan yang dimaksud oleh Ibu Mentri Susi barusan itu memang benar, namun bagaimana begitu sudah dilaporkan mereka sudah menghilang. Harapan saya semoga untuk personil pengamanan laut agar ditambah biar tindakannya lebih cepat,’’ tutur Yudi.

Baca juga : Polisi Panggil Orang Tua Remaja yang Pakai Knalpot Broong dan Ngebut di Jalan Raya

Wakil Gubernur Babel Abdul Fattah dihadapan masyarakat nelayan  mengatakan dalam hal ini dirinya  mengajak  tatanan Pemerintahan baik Dinas Kelautan Provinsi, dan juga dua kabupaten yang ada di Belitung dan Beltim ini dengan mengedepankan strategi bagaimana untuk meningkatkan produksi hasil laut kemudian bagaimana cara kita memberdayakan laut kita ini, lugasnya. (Marsidi)

No comments:

Post a Comment