Nasib Proyek Pengeboran Air Bersih Dari Kementerian ESDM Di Desa Kalikuning - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

Wednesday, 31 October 2018

Nasib Proyek Pengeboran Air Bersih Dari Kementerian ESDM Di Desa Kalikuning

PawartaNusantara.com | Pacitan - Harapan warga Dusun Sono untuk dapat menikmati air bersih pupus sudah, Pasalnya rencana memiliki sumur bor program dari Kementrian ESDM melalui Bidang Geologi di batalkan kontraktor pelaksananya. Progam yang di usulkan ke Kementerian ESDM oleh salah satu Anggota Komisi II DPRD Pacitan untuk warga Dusun Sono Desa Kalikuning Kecamatan Tulakaan Pacitan agar bisa menikmati air bersih tersebut kini terancam batal.

Menurut Anggota DPRD Pacitan Nur Rochman, Amd mengatakan, Bahwa pengusulan program pengeboran untuk air bersih untuk Dusun Sono Desa Kalikuning yang di tujukan ke Derektorat Pusat air tanah dan tata lingkungan Kementerian ESDM, Dan program tersebut turun pada tahun 2018 dengan anggaran sekitar 400 juta serta pengerjaan oleh kontraktor dari Jawa Barat.

"Sesuai arpirasi masyarakat Dusun Sono yang selama ini mendambakan air bersih dan program tersebut terealisasi, Namun saat pihak kontraktor tiba di Desa Kalikuning tidak membawa alat pengeboran tersebut ke lokasi titik usulan dengan alasan medan yang ekstrem,"ujar anggota Komisi II DPRD Pacitan tersebut, Kamis (1/11/2018).

Lebih lanjut Inung sapaan akrabnya menambahkan, Pihak kontraktor yang di arahkan dari pihak desa tanpa kordinasi dan survei terlebih dahulu lantas memindahkan lokasi pengeboran ke Dusun Ngambar, Padahal titik awal pengusulan adalah Dusun Sono dengan alasan alat yang mereka bawa tidak bisa sampai titik lokasi.

"Jika alasannya karena alat pengeboran yang mereka bawa tidak bisa sampai di titik lokasi, Itu bukan merupakan alasan yang tepat, Masyarakat di Dusun Sono sudah siap jika di butuhkan untuk membantu melangsir alat tersebut, Dan pastinya pihak kontraktor sebelum alat tersebut di bawa sudah survei lokasi terlebih dahulu, sehingga mengerti medan yang akan di laluinya,"jelas politisi dari PKS tersebut.

Menurut Ia, Pihak kontraktor tidak melakukan kordinasi terlebih dahulu dan hanya mendengar dari orang yang tidak bertangung jawab mengenai titik lokasi dan dengan mudah memindahkan lokasi pengeboran ke tempat lain, Sementara di lokasi yang baru mereka juga tidak melakukan kordinasi dengan lingkungan tersebut sehingga saat di arahkan pada lokasi yang baru menui protes warga.

"Saat alat di pindah ke Dusun Ngambar pihak Desa dan Kontraktor tidak terlebih dahulu musyawarah dengan warga sehingga ditolak saat pralatan sudah berdiri dan siap dalam pengerjaan,"tambahnya.

Saat ini alat tersebut sudah di kemas dan akan di bawa kembali ke Jawa Barat dan proyek di batalkan, Padahal proyek tersebut sudah ketok palu di Kementerian ESDM, Serta warga masyarakat Dusun Sono meminta agar proyek tersebut harus di kerjakan di titik lokasi sesuai usulan.

"Pihak kontraktor hingga saat ink tidak mau mengerjakan proyek tersebut di titik lokasi dan memilih membatalkan pengerjaan tersebut, Harapan saya pihak Kementerian harus tegas dengan kejadian ini, itu kontrak kerja sudah keluar dan pada titik usulan, Kenapa tidak di kerjakan dan bahkan membatalkan pengerjaan, ada apa sebenarnya, Ini merupakan tanda tanya besar,"tandasnya.

Harapan masyarakat Dusun Sono pihak kontraktor agar tetap melaksanakan proyek tersebut, serta Pihak Kementerian ESDM bisa menindak lanjuti permasalahan ini.(tyo)

No comments:

Post a Comment