Akhir Cerita Gugatan Wanprestasi Terhadap Tim Perunggu Khusus T1-T7, Sepakat Saling Memaafkan - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

Sunday, 25 November 2018

Akhir Cerita Gugatan Wanprestasi Terhadap Tim Perunggu Khusus T1-T7, Sepakat Saling Memaafkan

Foto bersama usai penandatangan akta perdamaian pihak penggugat didampingi kuasa hukumnya dan pihak tergugat didampingi kuasa hukumnya. Minggu (25/11/2018) malam. Foto:Marsidi.
PawartaNusantara.com | Meski sebelumnya timses Perunggu Paslon Bupati terpilih periode 2018-2023 sempat digugat perkara perdata dugaan wanprestasi dari wakil Bupati (Wabup) terpilih periode 2018-2023, inisial IM, kini kedua pihak baik Penggugat maupun tergugat yang turut digugat sebanyak tujuh (7) orang itu sepakat saling memaafkan.

Kesepakatan tersebut tertuang saat berlangsung dan digelarnya jumpa pers disalah satu Rumah Makan Tempo Duluk, jalan pilang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Prov. Kep. Babel, Minggu (25/11/2018) malam. Yang dihadiri langsung pihak penggugat inisial IM, dan kuasa hukumnya Marihot Tua Silitonga, SH. MH, dengan pihak tergugat (T.1-T.7) didampingi kuasa hukumnya R.J.Anis Yulianis, SH. Tergugat yang turut digugat oleh Penggugat sebanyak delapan (8) orang, tergugat satu (T.1-T.7) dengan kuasa hukumnya Yulianis,SH sementara kuasa hukum tergugat delapan (8) dengan kuasa hukum yang berbeda (terpisah).

Masing-masing tergugat dan turut digugat T.1-T.7 diantaranya, Eliza Diarti, Rosita, Setyo Priangono, Jhony Yusdianto, Juryati, Irham, dan Rispiandi. Melalui kuasa hukumnya Yulianis, SH masing-masing tergugat (T.1-T.7) Sepakat dan bersedia tanpa unsur paksaan dari pihak manapun untuk berdamai dan menyelesaikan perbedaan pendapat.

Kuasa hukum penggugat Marihot Tua Silitonga, SH. SH, saat membacakan akta perdamaian mengatakan, bahwa kedua pihak bersedia untuk berdamai.

"Pihak pertama (Penggugat) dan pihak kedua (tergugat) bersedia untuk berdamai dan menyelesaikan perbedaan pendapat sehingga untuk itu sepakat mengakhiri perkara perdata yang  teregister di Pengadilan Negeri Tanjung Pandan No. 13/Pdt/PN. TDN dengan jalan perdamaian diluar daripada proses persidangan dengan di dampingi oleh penasehat hukum daripada para pihak pertama dan kedua," ujar Marihot saat membacakan akta perdamaian dihadapan pihak tergugat dan sejumlah wartawan yang hadir.

Sementara, kuasa hukum tergugat (T.1-T.7) kepada awak media ini mengatakan, bahwa hukum tertinggi adalah musyawarah untuk mufakat.

"Dari perkara gugatan wanprestasi ini diantara Penggugat dan Tergugat (T.1-T.7) mendapat pelajaran bahwa hukum tertinggi adalah 'Musyawarah dan Mufakat'. Dan terkadang, ke egoan diri akan menjerumuskan kita tanpa kita konfirmasi dan Klarifikasi atas suatu masalah, apalagi berujung ke ranah hukum," tandasnya. (Marsidi).