Diduga Dalang Pembunuhan Massal, Walikota Palu Diminta Lepaskan Jabatan - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

Friday, 9 November 2018

Diduga Dalang Pembunuhan Massal, Walikota Palu Diminta Lepaskan Jabatan

PawartaNusantara.com | Walikota Palu, Drs. Hidayat, M.Si, dinilai lalai dalam menjalankan kewajibannya dalam menyelamatkan warganya saat bencana alam menimpa Kota Palu, Jumat (28/09) lalu. Olehnya, pasangan Hidayat-Sigit diminta untuk melepaskan jabatannya sebagai Walikota dan Wakil Walikota.

Hal ini diungkapkan oleh Aliansi Palu Bersatu (APB) saat menggelar demo di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (09/11) sore.

Koordinator lapangan APB, Saiful Islam, SH, dalam orasinya mengungkapkan pada saat terjadi gempa pertama pukul 14.00 Wita, dengan kekuatan 5,9 SR, Walikota Palu berkewajiban untuk mengambil tindakan penyelamatan dini terhadap warganya, agar dapat terhindar jatuhnya korban jiwa.

"Sebagaimana perintah UU No.31 Thn 2009  Tentang Meterologi,Klimatologi, dan Geofisika,
dan UU No.24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, serta dalam penjabaran  SOP Pedoman Pelayanan Peringatan Dini Tsunami, gempa diatas kekuatan 5 SR pemerintah daerah wajib melakukan tindakan penyelamatan dini dengan mengevakuasi warganya," ungkapnya.

Namun sangat disayangkan, kewajiban tersebut tidak ditindaklanjuti oleh Hidayat selaku Walikota Palu. Bahkan hingga gempa susulan yang beruntun SOP tersebut diabaikan.

"Sebelum terjadinya tsunami, gempa telah menggoncang Kota Palu dan sekitarnya. Terhitung ada beberapa gempa susulan yang rata-rata diatas 5 SR," katanya.

Diuraikan, sejak gempa pertama dengan kekuatan 5,9 SR BMKG sudah mengirim informasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

"Dapat dipastikan tidak akan menimbulkan banyak korban  jiwa manusia ,sekiranya Walikota Palu melaksanakan kewajibannya untuk melakukan tindakan penyelamatan dini  kepada warganya , demi menghindari Korban gempa dan tsunami, seperti dilakukan Bupati Donggala lewat camat Sirenja , yang melakukan penyalamatan kepada warga Sirenja sejak awal yaitu pukul 15.00 wita sore hari ,sehingga selamat dari bencana," tegasnya.

Dikatakan, disaat BMKG sudah memberikan peringatan tentang gempa yang berpotensi tsunami, staf walikota telah menyampaikan kepada Walikota untuk mengambil tindakan penyelamatan dini.

"Namun Walikota Palu menjawab dengan nada angkuh dan ketus "Iko Tupu" (kamu Tuhan)," tambahnya.

APB menilai Walikota Palu telah lalai dan membiarkan sehingga patut diduga melakukan kejahatan terhadap pembunuhan massal.

Dugaan tersebut merupakan akibat konsekuensi dari tidak dilaksanakan kewajibannya selaku Walikota untuk melakukan tindakan penyelamatan dini terhadap warga Kota Palu.

"Fakta dan bukti-bukti menunjukkan  sangat jelas, bahwa ada dugaan kesengajaan dan pembiaran yg dilakukan oleh Walikota Palu, yang membuat puluhan ribu jiwa mati dalam keadaan yg menggenaskan. Untuk itu, hari ini, APB bersama tim Penasehat Hukum melaporkan Walikota Palu ke Polda Sulteng secara resmi," urainya.

APB juga menuntut Kapolri untuk melakukan proses hukum kepada Walikota terhadap dugaan yang dimaksud. Dan meminta kepada Presiden RI Cq Menteri Dalam Negeri untuk segera memberhentikan Walikota dan Wakil Walikota Palu, Hidayat-Sigit, dari jabatannya, dan segera mengangkat pelaksana tugas Walikota Palu.(dewi)

Berikut ini daftar kejadian gempa kuat beruntun yang mengguncang kawasan Kabupaten Donggala dan Palu, Jumat (28/09), sejak pukul 14.00 Wita hingga sekitar pukul 18.06 Wita, sebagaimana data BMKG:

1. Gempa pukul 14.00 WIB dengan kekuatan 5,9 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 8 km Barat Laut Donggala.

2. Gempa pukul 14.28 WIB dengan kekuatan 5,0 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 10 km Timur Laut Donggala.

3. Gempa pukul 15.25 WIB dengan kekuatan 5,3 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 11 km Timur Laut Donggala.

4. Gempa pukul 17.02.44 WIB dengan kekuatan 7,7 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 27 km Timur Laut Donggala.

5. Gempa pukul 17.02.45 WIB dengan kekuatan 7,4 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 25 km Timur Laut Donggala

6. Gempa pukul 17.14 WIB dengan kekuatan 6,1 SR. Pusat gempa di kedalaman 1
Sumber rilis : Aliansi Palu Bersatu
(An/Red)

No comments:

Post a Comment