Ini Kata Pelapor, Soal Penyitaan SK Pengangkatan Kades Sumber Rejo - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

Thursday, 15 November 2018

Ini Kata Pelapor, Soal Penyitaan SK Pengangkatan Kades Sumber Rejo

PawartaNusantara.com | Wawaykarya kamis (15/11/2018), Tindakan penanganan laporan warga desa Sumber rejo atas nama pelapor JN dan rekan-rekan terus berlanjut. Laporan tersebut dilakukan pada tanggal 10 September 2018 lalu terkait dugaan perbuatan tindak pidana penyalahgunaan wewenang oleh Oknum Kepala Desa Sumber Rejo di Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Lampung.

Kasus dugaan Penyalahgunaan wewenang tersebut ditangani oleh Tim Ditkrimum Polda Lampung, yang kini sudah sampai ke tahap penyidikan.

Pelapor sendiri merupakan warga masyarakat Desa Sumber Rejo, para pelapor tersebut melakukan pelaporan yang didasari oleh kekecewaan mereka atas tindakan yang dilakukan oleh oknum Kades Sumber Rejo. JN, salah satu pelopor yang dapat diwawancarai oleh awak media dikediamannya rabu pagi (15/11/2018) mengatakan, bahwa oknum kades telah melakukan pembatalan surat-surat tanah masyarakat desa Sumber rejo yang terkena dampak genangan Bendung Gerak Jabung.

"Kades kami laporkan pada tanggal 10 September 2018 lalu di SPKT Polda Lampung, dan sekarang ini sudah sampai ke tahap penyidikan. Kami laporkan pak kades karena ia telah membuat surat pernyataan yang isinya membatalkan surat-surat tanah milik masyarakat desa Sumber rejo yang terkena dampak genangan Bendung Gerak Jabung, yang terjadi pada bulan Pebruari 2018 lalu, sekira jam 19:00 WIB bertempat di Polres Lampung Timur", kata JN.

"Dengan demikian, apa yang dilakukan oleh pak kades sangatlah merugikan warga masyarakat pemilik tanah yang surat-suratnya ia batalkan. Hal ini, sama dengan merampas hak-hak warga masyarakat, dan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja", ungkap JN.

Lebih jelas JN memaparkan, "Kades Sumber rejo sebelumnya sempat ditahan di polres Lampung Timur pada bulan Pebruari 2018 lalu. Penahan tersebut terjadi atas laporan Almarhum  DST terkait kasus dugaan pemalsuan tanda tangan pada salah satu surat jual beli milik warga masyarakat desa Sumber rejo. Untuk mendapatkan penangguhan, maka Kades Sumber rejo (KD) membuat surat pernyataan damai dan sebagai syarat ia diminta oleh pihak pelapor untuk membatalkan surat-surat tanah milik masyarakat yang berada di wilayah Way Bekarang, dan membuat surat pernyataan pengakuan kepemilikan tanah yang tertera di 10 Akta Jual Beli (AJB) milik Almarhum DST, serta membuat surat pernyataan untuk membantu dan memudahkan penyelesaian antara warga masyarakat dengan pihak DST", paparnya.

Untuk penyitaan SK pengangkatan Kepala Desa Sumber rejo oleh penyidik Ditreskrimum Polda Lampung di Polsek Wawaykarya Selasa malam (13/11/2018) lalu, JN menambahkan "itu sebenarnya kewenangan pihak kepolisian untuk memberikan keterangan, mungkin penyitaan SK itu untuk memudahkan proses penyidikan karena inikan laporan Penyalahgunaan wewenang", tutup JN.

Dilain pihak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Syahrul Syah yang dihubungi via pesan singkat WhatsApp rabu malam (14/11/2018)  terkait penyitaan SK Pengangkatan Kades Sumber oleh pihak penyidik Ditreskrimum Polda Lampung mengatakan penyitaan SK pengangkatan Kades Sumber rejo itu adalah untuk kepentingan penyidikan. "Iyaa untuk bahan pihak kepolisian, tentang bener tidaknya ada penyalah gunaan wewenang yang dilakukan pak Kades, tadi camat Wawaykarya juga sudah laporan", jawab Syahrul Syah.
(Rj Niti)