Bobol Bank 72 Miliar Gunakan Surat Usaha Fiktif - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

Sunday, 9 December 2018

Bobol Bank 72 Miliar Gunakan Surat Usaha Fiktif


PawartaNusantara.com | Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan lima tersangka kasus pembobo­lan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur atau Bank Jatim Rp72 miliar.

"Sudah ada bukti-bukti yang menunjukkan keter­libatan sejumlah pihak," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DKI Sarjono Turin awal Maret 2018.

Namun Turin belum ber­sedia mengungkapkan siapa saja tersangka itu. "Tunggu saja, segera kita umumkan nama-nama tersangkanya berikut dugaan penyelewenganyang dilakukan," ujar mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan itu.

Kasus ini ditingkatkan ke penyidikan sejak November 2017. Untuk mengumpulkanbarang bukti, penyidik Kejati DKI telah menggeledah kantor Bank Jatim Cabang Jakarta dan kantor Cabang Pembantu Jalan Wolter Monginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pembobolan Bank Jatim dilakukan dengan modus mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR pro­gram pemerintah untuk membantu usaha mikro, ke­cil, menengah dan koperasi mendapatkan pembiayaan modal kerja. Pemerintah menjadi penjaminnya.

Sebanyak 172 nasabah mengajukan KUR ke kantor Bank Jatim Cabang Pembantu Wolter Monginsidi. Mereka dikoordinir empat orang.

Meski hanya mencantumkan KTP dan surat keteranganusaha, permohonan KUR disetujui. Setiap orang dapat pinjaman Rp 500 juta, dilasir RMOL (10/12).

Pembayaran cicilan pada bulan-bulan awal lancar. Belakangan mulai tersen­dat. Hingga akhirnya macet. Sesuai ketentuan pemerin­tahan, KUR diasuransikan kepada Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Jamkrindo hanya me­nanggung pembayaran cici­lan bulan pertama yang tertunggak. Untuk tungga­kan bulan berikutnya tidak ditanggung.

Hasil penyidikan kejaksaan,empat koordinator mengajukan surat keterangan usaha fiktif untuk mendapat KUR. Diduga, ada kongkalikong dengan orang dalam.

"Mantan Kepala Cabang dan Cabang Pembantu sudahdiperiksa," ungkap Turin.

Tak lama setelah mengungkap kasus ini, Turin dimutasi ke Kejaksaan Agung. Hingga kini Kejati DKI belum meri­lis nama tersangka pembob­olan bank milik Pemprov Jawa Timur itu. [may]

No comments:

Post a Comment