DESKRIPSI GAMBAR  

PAWARTA TERHANGAT


 
BLANTERWISDOM101

Danjen Akademi TNI Tutup Napak Tilas Route Panglima Sudirman Di Pacitan


PawartaNusantara.com | Setelah menempuh perjalanan sekitar 70 KM, Taruna dan Taruni dari Akademi TNI tingkat I yang melaksanakan Napak Tilas Route Panglima Sudirman (RPS) yang dikuti 776 orang tersebut sampai di finish dan di sambut Komandan Jendral Akademi TNI yang sekaligus menutup kegiatan tersebut.

Upacara penutupan Napak tilas Route Panglima Sudirman digelar di halaman Monumen Jendral Soedirman Desa Pakis Baru Kecamatan Nawangan Pacitan dengan tema "Ingat Bahwa Prajurit Kita Bukan Prajurit Sewaan Bukan Prajurit Yang Dibelokkan Haluannya Kita Masuk Tentara Karena Keinsyafan Jiwa Dan Sedia Berkorban Bagi Bangsa Dan Negara".

Dalam amanatnya Komandan Jendral Akademi TNI Laksamana madya Aan Kurnia Mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pacitan beserta unsur OPD dan segenap warga masyarakat di Kabupaten Pacitan yang telah memberikan bantuan berupa fasilitas sarana dan prasarana sehingga pelaksanaan Napak tilas Route Panglima Sudirman bisa berjalan lancar dari mulai titik start hingga finish.

"Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dan saya atasnama Komandan Jendral Akademi TNI  mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pacita beserta jajaran dan seluruh masyarakat yang berada tiga Kecamatan yang dilalui pesrta, karena hanya atas berkah dan ridhonya dan bantuan semua pihak sehingga kegiatan Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jendral Sudirman yang telah dapat berjalan dengan Tertib,Aman dan lancar sesuai rencana,"ujarnya saat menutup kegiatan RPS, Sabtu (15/12/2018).

Lebih lanjut alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke- XXXII/tahun 1987 tersebut mengatakan, Kegiatan Napak Tilas dimaksudkan untuk senantiasa menyegarkan ingatan kita pada sejarah perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang rela berkorban demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berdasarkan Pancasila.

"Memahami dan menghayati perjuangan para pendahulu untuk merdeka adalah salah satu tekad untuk mewujudkan kehidupan sebagai suatu Bangsa yang Berdaulat Atas Hak Asasi sebagai Manusia yang Merdeka,"jelasnya.

Kegiatan yang telah para taruna laksanakan adalah materi latihan awal dari Perang Gerilya yang memberi pemahaman dan oembelaklan tentang sejarah perjuangan Angkatan Perang Republik Indonesia, yang  diharapkan akan berdampak dalam menanamkan dan menumbuh kembangkan Nilai-nilai kejuangan yang pada akhirnya akan membentuk karakter prajurit TNI yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa rela berkorban dan pantang menyerah.

"Betapa besarnya pengorbanan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI dalam memaknai kegiatan Taruna sebagi generasi penerus TNI Dalam mengisi kemerdekaan jangan hanya secara fisik belaka namun lebih penting dari itu harus lebih memahami arti dari semangat rela berkorban dan pantang menyerah yang telah ditunjukkan oleh Pahlawan pendahulu sebagi refleksi bagi calon pemimpin di masa depan sehingga setelah melaksanakan kegiatan Napak tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jendral hampanya dapat mewarisi nilai-nilai kejuangan kepribadian dan kepemimpinanya,"tambah mantan Asops KASAL.

Para prajurit Akademi TNI yang telah melaksanakan tugas dengan semangat mutifasi dan disiplin sangat tinggi, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada semua dalam merasakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Saya ucapakan terimakasih kepada para gubernur Akademi Angkatan, Danmencadra Akademi TNI beserta staf Pengasuh, pelatih dan pengajar yang telah menyampaikan dan menyelenggarakan kegiatan dengan baik,"tandasnya.

Turut hadir dalam upacara penutupan RPS Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, Gubernur AAL Laksda TNI Muhammad Ali, Dirdik Akademi TNI Brigjen TNI Djoko Andoko, Dirjiabang Akademi TNI Marsma TNI Supramono, Cucu Jendral Sudirman Ganang, Kasi Intel Korem 081/DSJ Lekol Inf Kaharudin , Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo, Dandim 0801Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Kajari Adji Ariono, SH, Ketua Pengadilan Negri Yogi Arsono.(tyo)
Share This :

0 komentar