BLANTERWISDOM101

Laka Tambang di Membalong, korban tertimbun selama empat jam


PawartaNusantara.com | Tambang timah memang sudah menjadi bagian dari sebagian kalangan masyarakat yang memang sudah bergelut di bidang pertambangan. Khususnya pertambangan biji timah, namun semua itu tak luput dari pengawasan dinas terkait jika, suatu pertambangan biji timah tersebut berada di dalam suatu izin usaha pertambangan (IUP).

Namun bagaimana dengan sistim pertambangan yang jika suatu usaha tambang itu sendiri bekerja di luar IUPOP.

Seperti kejadian naas yang menimpa warga RT 24/RW 12, Dusun Rejosari, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung pada Rabu 19 Desember 2018. Korban inisial Mn (22 tahun) dikabarkan tertimbun tanah bongkahan saat sedang melakukan penyemprotan pasir yang mengandung mineral biji timah di lokasi tambang Dusun Air Buntar. Seperti dikatakan orangtua korban inisial Ms saat dijumpai awak media ini usai selawatan, Kamis (20/12/2018), Sore.

"Bersama ketiga rekannya saat itu sedang melakukan penyemprotan pasir yang mengandung mineral biji timah dilokasi penambangan, tiba-tiba tanah bongkahan runtuh dan menimpa korban (Mn 22) dari ketinggian sekitar empat (4) meter," kata Ms, orangtua korban.

Lokasi kejadian tepatnya didusun air Buntar, lanjut Ms dan korban sempat tertimbun selama empat (4) jam baru ditemukan.

"Kejadian sekitar pukul 12.30.wib hingga pukul 16.30.wib baru ketemu, dibantu rekan-rekan yang lainnya. Istri saya sempat jatuh ketika mendengar anaknya seperti itu. Dan anak saya (korban) inisial Mn berumur 22 tahun, sedangkan anaknya korban masih balita baru berumur lima (5) bulan," ucap ayah korban.

Kalau kerja secara manual kata Ms lagi, dan tidak menggunakan alat berat (eksapator). Dengan kedalaman sekitar empat (4) meter, dan beraktifitas dilokasi tersebut kurang lebih baru  sekitar tiga (3) Minggu, imbuhnya.  (Marsidi).
Share This :

0 komentar