BLANTERWISDOM101

Penguatan SDM, Penguatan karakter Bela Negara


PawartaNusantara.com | Dalam rangka Dies Natalis Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta ke-60, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir memberikan orasi ilmiah bertema “Penguatan Karakter Bela Negara Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. (18/12).

Orasi ilmiah tersebut disampaikan dihadapan mahasiswa dan alumni UPN Veteran Yogyakarta di Auditorium WR. Supratman UPN Veteran Yogyakarta (15/12). Dalam orasi ilmiahnya, Menristekdikti menyampaikan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 262 juta jiwa menjadi dasar dari pentingnya penguatan sumber daya manusia, terutama dalam hal penguatan karakter bela negara.

Menurutnya, hal tersebut berpengaruh pada peningkatan daya saing Indonesia di dunia. “Dengan penduduk sebanyak itu, bagaimana cara untuk menguatkan SDM harus menjadi tantangan kita bersama”, ujar Menristekdikti.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Nasir yang juga mewakili Presiden RI, memaparkan data hasil prediksi Economic Intelegence Unit (EIC). Menurut data tersebut, Indonesia diprediksi dapat menjadi negara ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2050. Hal tersebut didasari oleh faktor demografi Indonesia yang memiliki banyak SDM produktif di tahun itu.

“Karena itu, untuk menghadapi bonus demografi, kualitas SDM di Indonesia menjadi nomor satu untuk dikembangkan. Salah satu caranya dengan mengembangkan SDM di bidang pendidikan tinggi”, lanjut Nasir.

Dalam meningkatkan kualitas SDM di bidang pendidikan tinggi, tidak hanya dihasilkan dari kepemilikan ijazah, namun, juga diperlukan sertifikat kompetensi. Hal tersebut, disebut Nasir, dapat mendorong peningkatan kualitas SDM Indonesia dan mewujudkan prediksi EIC menjadi nyata.

Menutup orasi ilmiahnya, Menristekdikti berharap UPN Veteran Yogyakarta dapat membangun karakter mahasiswanya berlandaskan bela negara. Selain itu, Menristekdikti jg menyampaikan ucapan dirgahayu ke-60 kepada UPN Veteran Yogyakarta.

“Semoga UPN Veteran Yogyakarta menjadi perguruan tinggi yang semakin berkualitas, bermutu, dan menjadi pilihan masyarakat Indonesia”, tutupnya.

Selain itu, Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Irhas Effendi menyampaikan capaian UPN Veteran Yogyakarta. Sejak menjadi perguruan tinggi negeri, UPN Veteran Yogyakarta selalu menempati peringkat 10 besar di bidang saintek dan soshum. Hal ini dianggapnya sebagai peningkatan kualitas perguruan tinggi.

“Dalam mengembangkan karakter mahasiswa, kami memasukkan mata kuliah bela negara. Hal ini dapat menjadi ciri yang membedakan UPN Veteran Yogyakarta dengan perguruan tinggi lain”, pungkasnya.

Acara Dies Natalis UPN Veteran Yogyakarta diakhiri dengan pemberian penghargaan Wimaya Award, yakni tradisi pemberian anugerah setiap lima tahun sekali bagi masyarakat yang memiliki jiwa kebangsaan. Pada kategori lagu perjuangan dimenangkan oleh Parlin ‘Pay’ Burman Siburian sebagai penulis lagu Meraih Bintang yang kemudian dipopulerkan oleh Via Vallen. Sedangkan pada kategori karya ilmiah perjuangan dengan judul “Percikan Api” dimenangkan oleh Bambang Suroto. Penghargaan kemudian diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Naim.

Alvin Eka Priyadi
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti [red]

Share This :

0 komentar