DESKRIPSI GAMBAR  

PAWARTA TERHANGAT


 
BLANTERWISDOM101

PMII Tuntut Pemkab Pacitan Serius Menangani Normalisasi Sungai Grindulu


PawartaNusantara.com | Normalisasi Sungai Grindulu yang tidak di respons oleh Pemerintah Daerah Pacitan membuat puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pacitan menggelar aksi di beberapa instansi terkait.

Dengan mendatangi Gedung DPRD di jalan A Yani masa merasa kecewa karena para pimpinan wakil rakyat sedang tidak ada di tempat, Kemudian masa mendatangi Dinas PUPR dan menyampaikan orasinya.

Rojihan Ketua PMII Pacitan dan sebagai kordinator aksi dalam orasinya mengatakan Pemkab Pacitan tidak serius dalam mengawal normalisasi aliran sungai Grindulu yang meresahkan masyarakat, Bahkanbterkesan tidak merespon apa yang di inginkan masyarakat.

"Kita bersama hendak menyampaikan aspirasi keluhan masyarakat tentang normalisasi sungai. Apabila aspirasi kita tidak ditanggapi, kita akan datangkan massa yang lebih besar. Kami ingin menunjukkan eksistensi, apa yang sebenarnya terjadi. Bisa dicek di lapangan kalau masyarakat Pacitan sangat resah dengan datangnya hujan hanya 3 jam 6 desa di 2 Kecamatan sudah banjir,"teriaknya saat orasi di depan kantor Dinas PUPR, Rabu (12/12/2018).

Kepala Dinas PUPR Pacitan Budianto, saat menerima peserta aksi menegaskan, tugas pengendalian banjir tidak hanya pemerintah saja. Namun semua pihak harus ikut terlibat. Pemerintah hanya sebagai jembatan dari masyarakat.

"Mari bersama-sama kita kawal apa yang sudah menjadi tanggung jawab Bengawan Solo, bagaimana aksi mereka. Khusus untuk kawasan kota akan kita perbaiki saluran drainase, karena sungai adalah kewenangan pusat. Kita menjamin aliran sungai di kota lancar,"tegasnya.

Masa kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Buoati setemoat dan menyampaikan orasinya, Pemerintah harus serius menangani normalisasi sungai Grindulu.

"Pemerintah itu sebagai pelayan masyarakat, bukan hanya pandai bersuara dan tebar janji. Kerjo seng tenan ojo kur kupak kupuk. Jane ke koe ki tenan opo ora," sindirnya.

Bupati Pacitan Indartato yang ikut menemui pendemo bersama Kapolres Pacitan AKBP Sugandi menegaskan bahwa masalah normalisasi sungai Grindulu menjadi wewenang Propinsi. Ia berjanji akan melaksanakan koordinasi dengan pihak BBWS Bengawan Solo.

"Dan harapan kami semua ikut mendukung. Pemerintah daerah semoga bisa merealisasikan apa yang menjadi harapan adik-adik PMII," tegas orang nomor satu di lingkup pemkab tersebut.

Setelah puas menyampaikan unek-uneknya, Masa kembali menuju gedung DPRD, Di depan kantor wakil rakyat, mereka kembali berorasi. Pemerintah harus segera melaksanakan normalisasi sungai karena masyarakat sudah resah dan khawatir akan terjadi banjir.

"Pemerintah saat ini kurang serius menanggapi keresahan masyarakat. Kita berangkat ke sini dengan baik untuk bertemu dengan wakil rakyat, tidak ada alasan wakil-wakil tidak ada. Kami juga minta kehadiran Ketua DPRD Pacitan untuk bisa menjawab semua keresahan masyarakat,"teriak Ketua PC PMII Pacitan tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Pacitan Pujo Setyo Hadi, menyambut positif atas aksi damai para mahasiswa dalam memperjuangkan nasib rakyat yang resah terkait dampak banjir serta normalisasi sungai Grindulu tersebut.

"Terima kasih kepada teman-teman PMII telah menyampaikan aspirasi. Namun saat ini Ketua DPRD sedang tidak ada di tempat. Kami berharap rekan mahasiswa bisa menjaga situasi agar tetap kondusif. Dan apabila kalian mau diskusi, kami siap terima di ruang sidang utama DPRD," tandas Politikus dari Partai Demokrat saat memberikan persuasif kepada pendemo.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama tentang normalisasi sungai antara Bupati Pacitan dengan PMII. Setelah itu mereka membubarkan diri dengan tertib.(tyo)
Share This :

0 komentar