Sindikat Pembunuh ABG Di Ringkus Polisi - PAWARTANUSANTARA.COM

Breaking

PAWARTA TV

Tuesday, 11 December 2018

Sindikat Pembunuh ABG Di Ringkus Polisi


PawartaNusantara.com | Sindikat pembunuhan terhadap Diana Saputri Rantika Anggraeni (16)  dibawah umur warga Dusun Bangun Sari Desa Labuhan Ratu Pasar, Sungkai Selatan, Lampung Utara diringkus satuaan Polres setempat.

Selain itu Sadisnya sebelum menghilangkan nyawa korban, terlebih dahulu melakukan pemerkosa, lalu jasadnya dikubur di Lebung areal perkebunan tebu PTPN VI Rayon 1 Apdeling III petak 086 Desa Negara Tulangbawang, Bungamayang.

Para pelaku yakni Wagiran alias Giran (35) warga Dusun Purwodadi, Gedung Ketapang, Sungkai Selatan, Sunarto (64) warga Dusun Umbul Semaran, Negara Tulangbawang, dan istrinya Sugiah (58).

Pertama Giran merupakan pelaku yang terlebih dahulu memperkosa kemudian membunuh dan mengubur jasad korban, sementara Sunarto yang berstatus paman Giran, ikut memperkosa Diana, selanjutnya peran Sugiah yakni memindahkan jasad korban dari tempat semula dikuburkan langsung oleh Giran, ketempat lain yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Kapolres AKBP Budiman Sulaksono, Selasa (11/12/2018) mengungkapkan pembunuhan itu terjadi pada tanggal 30 September 2018 sekitar pukul 18.00 WIB.

Imbuhnya lagi Kami menangkap pelaku utama yakni Giran pada Jumat (7/12/2018) saat bersembunyi di Dusun Kawatan, Sriminosari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Setelah dilakukan pengembangan, lalu ditangkap Sunarto dan istrinya Sugiah,” ungkap Kapolres.

Dijelaskan, motif pembunuhan dilatari sakit hati karena cinta Giran ditolak korban. Saat itu Giran membawa Diana ke lokasi kejadian yang merupakan perkebunan milik pamannya Sunarto. Disana, korban diperlakukan diniaya dan dicekik dalam keadaan tak sadarkan diri, lalu sipelaku langsung menyetubuhi Diana. Kemudian, perbuatan Giran diketahui Sunarto, dan sang keponakan justru berdua mempersilahkan pamannya itu untuk ‘menggarap’ tubuh korban. Usai keduanya melampiaskan nafsu bejat mereka, korban dalam tak berdaya dicekik kembali oleh Giran hingga akhirnya tewas. Akhirnya jasad gadis ini langsung dikubur di tengah perkebunan.

Pertama terungkap kasus permekosaan dan pembunuhaan melimpah Diana dibawah umur (16) setelah adanya laporan pihak keluarga tentang hilangnya Diana. Akhirnya Polisi langsung menelusuri dengan meminta keterangan para saksi dirumah korban, hingga akhirnya diketahui siapa pelaku utamanya,” jelas Budiman.

“Wagiran dan Sunarto akan kita jerat dengan Pasal 340 KUHP ancaman hukuman mati, lalu pasal 338 KUHP, Pasal 80 ayat 3 UU No 35 tahun 2014, dan pasal 81 ayat 1,2 UU no 17 tahun 2016. Sementara Sugiah kita jerat Pasal 233, pasal 221 KUHP ancaman hukuman 9 tahun penjara, pungksnya. (M.apala)

No comments:

Post a Comment