Warga Purwoasri was-was Tanggul sudah 10 tahun Mangkrak Pembangunannya - PAWARTANUSANTARA.COM

Breaking

PAWARTA TV

Monday, 17 December 2018

Warga Purwoasri was-was Tanggul sudah 10 tahun Mangkrak Pembangunannya


PawartaNusantara.com | Memasuki musim penghujan seperti saat ini, Ada rasa kekawatiran yang di alami warga  Rt/Rw 01/09 Dusun Purwosari Desa Purwoasri Kecamatan Kebonagung Pacitan, Pasalnya ada sekitar 300 meter tanggul wilah tersebut mangkrak sejak 10 tahun silam.

Saat pawartanusantara.com kelokasi tanggul tersebut serta bertemu masyarakat setempat menceritakan jika ada tanggul yang tidak di lanjutkan pembangunannya sejak 10 tahun silam, Akibatnya jika musim hujan dan debit air tinggi maka wilayah tersebut mengalami banjir hingga masuk ke rumah warga.

"Warga di wilayah Rt 01 dan 02 jika mulai turun hujan merasa was-was karena ada tanggul sepanjang 300 meter tepatnya di belakang rumah tidak dilanjutkan pembangunannya, Jadi jika air sungai meluap maka rumah warga tergenang dan banjir, Seperti baru-baru ini terjadi banjir di wilayah Kebonagung, Wilayah tersebut juga terdampak bahkan air mencapai 1 meter lebih dan masuk ke dalam rumah warga,"jelas Papik Sriyono yang merupakan mantan Kades Purwoasri yang purna pada tahun 2006 tersebut, Senin (17/12/2018).

Ditempat terpisah Pj Kades Purwoasri Suyoto membenarkan jika ada tanggul di Dusun Purwosari yang tidak dilanjutkan pengerjaannya, Pihaknya mengatakan sudah beberapa kali mengajuka ke BBWS pada masa Kades yang lalu.

"Kita sudah upayakan pengajuan kelanjutan pembangunan tanggul di wilayah tersebut namun hingga saat ini belum ada respon dari pihak BBWS, Jika hal tersebut di biarkan maka masyarakat di dua RT tersebut akan selalu was-was jika musim hujan dan aliran sungai meluap,"jelasnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan, Jika pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Dinas PUPR terkait lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan paska bencana dari tahun lalu dan yang baru-baru ini, Semua sudah di data oleh BBWS untuk penanganan darurat, untuk lokasi yang terbengkalai dari 10 tahun lalu akan di usulkan.

"Kita sudah kordinasi bersama Dinas PUPR untuk semua lokasi kerusakan telah diiventarisasi dan sudah dilakukan verifikasi serta disurvey oleh BBWS selaku yang berwenang, Untuk sekarang sedang dilakukan tahab penangan darurat,  Saat ini ada dua titik yaitu tanggul di Desa kayen di gunakan bronjong Untuk Desa Sukoharjo dengan pasangan,"tandasnya.

Diharapkan kepada pihak berwenang agar bisa mengiventarisasi dan verifikasi serta disurvey pada lokasi tangul-tangul yang rusak di wilayah yang berada di aliran sungai agar masyarakat tidak kawatir jika hujan turun serta debit air sungai meningkat.(tyo)

No comments:

Post a Comment