BLANTERWISDOM101

Andi Surya : Pelaporan Polisi Oleh UIN Menyentuh Wilayah Kehormatan Komstitusi Anggota MPR/DPD RI


PawartaNusantara.com | DR. H. Andi Surya pada saat memberikan keterangan Pers di Gedung Patimura Bandar Lampung 25/01, mengatakan Bahwa Negara kita berdasarkan hukum. Oleh sebab itu menurutnya wajar saja bila ada yang tersinggung melapor kepada pihak yang berwenang.

Oleh karena nya menurut Andi Surya dirinya tidak keberatan bila di laporkan UIN Raden Intan Lampung, atau bahasa kasarnya di kriminalisasi karna menjalankan tugas dan kewenangan konstitusi parlemen dalam kapasitas sebagai Anggota MPR/DPD-RI yang di lindungi oleh Hak imunitas Parlemen baik sebagai anggota MPR RI atau DPD RI sebagai amanat UUD 45 dan UU MD3.

Dalam keterangan Pers yang disampaikannya di hadapan puluhan media masa dirinya membantah telah melakukan pencemaran nama nama baik dan perbuatan ujaran kebencian.

Menurutnya sebagai Anggota MPR/DPD-RI yang memiliki tugas dan Fungsi merespon aspirasi masyarakat dalam batas kewenangan  konstitusional terkait dugaan asusila di wilayah pemilihan adalah kewajiban ,apalagi bila dugaan pelecehan seksual ini terjadi di lingkungan lembaga perguruan tinggi berbasis agama milik Negara yang anggaran nya berasal dari APBN. 

Ketika di tanya oleh awak media, apakah dirinya akan meminta maaf kepada si pelapor, Andi Surya meminta maaf.
Menurutnya dirinya tidak merasa bersalah, mengapa harus meminta maaf.

Menurutnya rilis yang dibuat dan di publikasi beberapa media beberapa hari yang lalu tidak ada bahasa fitnah maupun pencemaran nama baik yang di sebutkan, karna konten,  frasa dan diksi yang dirilis terkait " sarang maksiat " adalah bersyarat. Yaitu ada kata penghubung " jika " dan diikuti dengan ",oknum dosen " artinya kontek kalimat ini tertuju jika terbukti dan berlaku khusus kepada terduga perseorangan oknum dosen tidak menggeneralisasi baik person maupun UIN.

Memurut nya analisa kalimat " jika pernyataan Een Riansyah terbukti benar , maka kampus UIN RIL menjadi sarang maksiat oknum Dosen " diksi JIKA menunjukkan kata penghubung menandai syarat
( belum terbukti ). Diksi " SARANG " Menunjukkan suatu tempat/lokasi tertentu dilingkungan kampus UIN RIL, dan diksi "Oknum Dosen " menunjukkan orang seorang ( perseorangan ), tidak semua dosen.

Oleh karena nya menurut Andi Surya, terkait konten rilis dugaan pelecehan seksual oknum Dosen , bukan merupakan pencemaran nama baik karena hanya tertuju pada perseorangan oknum dosen, di suatu tempat / lokasi tertentu di kampus UIN dan bersyarat ( ada diksi JIKA ). Dengan demikian tidak berlaku general ( umum ) dari keseluruhan UIN RIL baik personal tempat maupun secara institusi.

Selain bukan pencemaran nama baik menurut nya bukan juga merupakan ujaran kebencian karena dalam rilis tersebut dirinya memberikan tiga saran agar kampus UIN RIL dapat merekrut Doden yang  memiliki kapasitas ilmu dan Taqwa. (apl & Amin )
Share This :

0 komentar