DESKRIPSI GAMBAR  

PAWARTA TERHANGAT


 
BLANTERWISDOM101

Bank Jatim cabang Pacitan siap sebagai pendukung pembiayaan di sektor UMKM


PawartaNusantara.com | Dalam perekonomian Indonesia, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar. Selain itu, Kelompok ini terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan krisis ekonomi.

Kepala Cabang Bank Jatim Pacotan Palti Oloan mengatakan, Sudah menjadi keharusan untuk melakukan penguatan kelompok UMKM yang melibatkan banyak kelompok. Perkembangan potensi UMKM di Indonesia tidak terlepas dari dukungan perbankan dalam penyaluran kredit kepada pelaku UMKM. Menurut data Bank Indonesia, setiap tahunnya kredit kepada UMKM mengalami pertumbuhan.

"Kami sebagai pendukung untuk pendanaan di sektor UMKM siap memberikan kucuran dana untuk menunjang modal usaha yang dimiliki masyarakat, Kemungkinan ada ribuan UMKM yang tersebar di pacitan saat ini,"ujar Palti di sela-sela kegiatan Sosialisasi Bansos Non tunai yang digelar BI di gedung Karya Dharma, Jum'at (4/12/2019).

Lebih lanjut Palti mengatakan, Memang pada tahun 2015, Sekitar 60-70 persen dari seluruh sektor UMKM belum mempunyai akses pembiayaan melalui perbankan, Namun kini aksesnya lebih mudah karena perbankan khususnya Bank Jatim siap membantu pendanaannya, Sebab ini merupakan Visi dan Misi untuk mengembangkan UMKM.

"Pembiyaan ini juga harus memenuhi Kriteria usaha termasuk dalam UMKM yang telah diatur dalam payung hukum berdasarkan undang-undang, Jika sudah memenuhi kriteria,bagus dan layak, Kenapa tidak kita biayai,"tambahnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ada beberapa kriteria yang dipergunakan untuk mendefinisikan pengertian dan kriteria UMKM. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik perseorangan dan/atau badan usaha perseorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro yang diatur dalam undang-undang. Usaha Kecil meruoakan Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. 

Sedangkan Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan.

"Pastinya berdasarkan kriteria tersebut usaha-usaha yang dimiliki akan memperhitungkan nilai usaha dan investasinya, Jika memang semua itu memenuhi syarat untuk di biayai, Kami akan biayai," jelasnya.

Disinggung batas maksimal pembiayaan yang bisa di usulkan pemilik usaha di sektor UMKM, Pihaknya mengatakan jika tidak ada batasan nominal pembiayaan.

"Kami siap melayani,karena dananya ada, Mau dari nominal 10 hingga 500 juta mau pun di atas 1 Miliyar kita siap, asal sesuai aturan yang di tetapkan, Jika tidak kita dukung pembiayaan bagi usaha di sektor UMKM, Maka usaha yang ada di Pacitan tidak akan bisa bersaing dengan daerah lainnya"tandasnya.

Bank Indonesia telah mengeluarkan ketentuan yang mewajibkan kepada perbankan untuk mengalokasikan kredit/pembiayaan kepada UMKM mulai Tahun 2015 sebesar 5%, 2016 sebesar 10%, 2017 sebesar 15%, dan pada akhir Tahun 2018 sebesar 20%.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, semua orang harus berlomba-lomba menjalankan UMKM dan meraih peluang bisnis yang ada. Untuk itu, diperlukan pengaturan keuangan bisnis yang baik untuk menunjang keberlangsungannya.(tyo)
Share This :

0 komentar