Jembatan Banjarsari II Yang Masih Tahap Penyelesaian Roboh Dan Memakan Korban - Pawarta Nusantara

Breaking

PAWARTA TV

Friday, 25 January 2019

Jembatan Banjarsari II Yang Masih Tahap Penyelesaian Roboh Dan Memakan Korban


PawartaNusantara.com | Jembatan Banjarsari II merupakan penghubung antar desa yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Jawa Timur-Bali, Jembatan yang berada di Dusun Blunding Desa Semanten Kecamatan Pacitan itu roboh dan memakan korban.

Jembatan Banjarsari II yang roboh sekira pukul 14.00 WIB itu memakan korban yaitu Anwar, warga Madiun yang merupakan pekerja di jembatan tersebut. Anwar mengalami patah kaki kanan dan kiri dan  di larikan ke RSUD dr Darsono Pacitan untuk mendapatkan perawatan intensif, Selain itu satu korban lain adalah Latifan Riski Pratama, Seorang pelajar SMPN 1 Punung yang merupakan warga Desa Mantren Kecamatan Punung mengalami luka ringan, Karena saat kejadian tersebut, Latifan sedang melintas di jembatan tersebut menggunakan sepeda motor.

Sekretaris DPUPR Suparlan mengatakan, Belum bisa memberikan penjelasan teknis atas kasus melengkungnya pilar jembatan gantung tersebut.

"Ini masih kita kaji. Kita nggak bisa berandai-andai dalam menyikapi setiap permasalahan, Karena jembatan ini masih dalam tahap penyelesaian dan belum di serahkan," ujarnya saat di temui di lokasi, Jum'at (25/1/2019).

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo yang berada di lokasi kejadian membenarkan jika dua orang korban sudah dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis. 

"Kita sudah terjunkan tim TRC ke lokasi kejadian guna melakukan evakuasi. Termasuk penyelamatan korban dan mengamankan lokasi jembatan agar tidak dilalui kendaraan,"jelasnya.

Didik mengaku tidak bisa memberikan keterangan secara teknis terkait sebab musabab melengkungnya pilar jembatan yang saat ini masih dalam proses pengerjaan tersebut. 

"Kalau soal teknis, itu ranah dari Dinas PUPR. Kami lebih berkonsentrasi pada evakuasi korban dan upaya pengamanan lokasi,"tandasnya.

Jembatan sepanjang 120 meter dan lebar 1,8 meter yang di bangun untuk mengantikan jembatan lama yang hanyut di terjang banjir tahun2017 lalu, Pembangunan jembatan tersebut, satu paket dengan jembatan yang berada di Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari, Dilakukan dalam satu paket kontrak dengan total biaya sebesar Rp6,08 miliar yang bersumber pada APBN 2018.

Masa konstruksi dimulai sejak Agustus 2018 dan selesai pada Desember 2018 lalu, Di kerjakan oleh kontraktor PT Cahaya Agung Perdana Karya. Jembatan yang mengunakan konstruksi tipe rigid dan hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui dengan pasti penyebab jembatan tersebut roboh yang menyebabkan korban luka parah tersebut dan saat ini lokasi sudah di pasang Police Line.(tyo)

No comments:

Post a Comment