Ribuan Masa PSHT Terate Pacitan Gruduk Kejari dan PN Pacitan Menuntut Dibebaskan Kedua Rekannya - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

Thursday, 10 January 2019

Ribuan Masa PSHT Terate Pacitan Gruduk Kejari dan PN Pacitan Menuntut Dibebaskan Kedua Rekannya


PawartaNusantara.com | Dugaan kasus penganiayaan warga PSHT Terate yang mengakibatkan AS (16 tahun) menjadi korbanya dengan terdakwa VF (17 tahun) dan GCP (17 tahun)  berbuntut panjang, Pasalnya Kuasa hukum terdakwa berencana akan melaporkan penyidik yang menangani kasus tersebut ke Propam Polres Pacitan.

Kuasa Hukum PSHT Terate R Eko Supriyanto mengatakan, Jika pihaknya akan melaporkan penyidik yang menangani dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap korban AS (16) ke Propam Polres Pacitan, Dugaan penganiayaan yang terjadi pada saat melakukan latihan bersama di desa Sugih Waras Kecamatan Pringkuku. Terdakwa VF dan GCP yang saat itu melatih korban di duga melakukan penganiayaan, Namun hingga di tetapkan menjadi tersangka tidak di sertai dengan bukti yang aotentik seperti hasil Aotopsi maupun Visum.

“Maksud saya kesini untuk mencari keadilan hukum, kepastian dan kemaslatan, dari sisi kemanusian ini agar pejabat atau penegak hukum di wilayah Kabupaten Pacitan bisa memikirkan aspek kemanusian. Seperti halnya yang saya sampaikan pada sidang lusa kemarin, banyak prosedur hukum yang dilanggar oleh oknum-oknum para penyidik,” ujarnya saat di temui pewarta di Pengadilan Negri Pacitan usai sidang Putusan Sela, Kamis (10/1/2019).

Lebih lanjut Eko menjelaskan, Saat dalam proses penyidikan dan sampai dijadikan tersangka tidak ada pemanggilan dari kedua pihak orang tua ataupun kuasa hukumnya untuk mendampingi seperti yang diamanatkan dalam undang-undang hukum pidana dan sampai persidangan saat ini digelar. Dan yang terakhir tentang penyebab meninggalnya korba hingga dibawa ke ranah hukum.

"Seharusnya penetapan tersangka melalui hasil Outopsi atau visum dari ahli forensik. Namun selama proses hukum yang dijalani sampai saat ini, tidak adanya surat keterangan dari ahli forensik atau surat hasil outopsi yang bisa menunjukan dari penyebab meninggalnya nyawa sesorang tersebut, Hingga saat ini tidak pernah ada dan penyidik tidak bisa menunjukan hasil dari ahli forensik,"tambahnya.

Dari dasar tersebut pihaknya mengambil langkah dan berencana akan melaporkan penyidik ke Propam Polres Pacitan.

“Dasar kita melaporkan penyidik karena dianggap proses hukum terhadap terdakwa tidak sesuai dan melaluo prosedur-prosedur hukum yang telah diatur oleh undang-undang, Dan upaya ini merupakan hak kami sebagai yang di rugikan,”tandasnya.

Secara terpisah Kapolres Pacitan AKBP Sugandi menyampaikan, Memang benar ada ketidak kepuasan dari proses hukum yang sedang di jalani kedua terdakwa yang menyebabkan Kuasa Hukum terdakwa dan pihak keluarga akan menempuh jalur hukum.

“Jika terdapat dugaan ketidak puasan dengan hasil penyidikan yang sudah dilalui dan dianggap diluar prosedur penyidikan, Silahkan mengajukan melalui proses hukum dan itu hak mereka. Jadi itu yang terbaik ditempuh lewat upaya hukum, tidak hanya di masyarakat saja dalam institusi kepolisian pun juga di proses lewat jalur hukum agar tidak terjadi anarkis yang merugikan,”ujarnya.

Sementara itu massa PSHT Terate yang ikut mengawal persidangan menyampaikan orasinya di Kejaksaan Negri juga di Pengadilan Negri Pacitan, Kordinator Massa Danur suprapto,SH dalam orasinya mengatakan, Pihaknya mengecam keras kepada pihak penyidik dari Polsek Pringkuku dan Polres Pacitan yang tidak dilaksanakan identifikasi dan visum

"Keluarga terdakwa tidak pernah diberi tahu terkait dengan proses hukum serta tidak ada koordinasi. Kami menagih janji kepada Kasat Reskrim Polres Pacitan yang akan mencabut gugatan terhadap terdakwa serta memohon kepada pihak Kejaksaan untuk menentukan  secara bijak dan dibebaskan,"ujarnya saat orasi

"Apabila putusan hari ini tidak bisa membebaskan rekan kita maka, Kedepannya akan dilaksanakan aksi masa lebih banyak dan melibatkan dari seluruh Jatim,"tukasnya.

Aksi massa yang hadir sekitar 1500 orang tersebut karena spontanitas dan solidaritas dari warga PSHT Terate Cabang Pacitan untuk mendukung dan memberi semangat kepada kedua rekanya yang saat ini menjadi tersangka.(tyo)

No comments:

Post a Comment