BLANTERWISDOM101

Sering konsumsi mie instan, Pemuda ini mengkhawatirkan


PawartaNusantara.com | Pemuda ini selalu memasak sebungkus mi instan untuk disantap ketika dirinya tengah belajar di malam hari. (16/10/2018) via World of Buzz, seorang remaja yang tak disebutkan namanya ini mulai melakukan kebiasaan tidak sehatnya semenjak dirinya masih menginjak bangku SMA, dilansir planetmerdeka, pemuda ini selalu memasak sebungkus mi instan untuk disantap ketika dirinya tengah belajar di malam hari. Dan hal tersebut terus dilakukannya sampai ia lulus SMA dan berhasil masuk ke universitas, (12/1).

Hingga pada akhirnya ia mulai menunjukkan gejala seperti perut kembung, mual, hingga perut terasa sangat sakit. Hal ini langsung membuat keluarganya khawatir lantaran kondisinya semakin lama semakin memburuk.

Akhirnya pihak keluarga membawa pemuda tersebut ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Sesampainya di rumah sakit, pemuda ini secara mengejutkan didiagnosis mengidap penyakit kanker perut stadium akhir.

Hanya sedikit harapan untuknya untuk bisa bertahan hidup lantaran sel-sel kanker tersebut sudah menyebar ke organ-organ yang lain. Dan benar saja setelah setahun lamanya ia berjuang, pemuda ini pun akhirnya meninggal dunia.

Mengutip World of Buzz, ahli onkologi di Mount Medical Center Dr Gan, mendesak masyarakat untuk bisa mengurangi konsumsi mi instan. Bukan hanya itu, juga termasuk jenis makanan lain seperti sosis dan daging asap, lantaran makanan-makanan tersebut dianggap bisa menyebabkan kanker.

Dr Lau, mengatakan kalau pasien pengidap kanker perut tidak akan menunjukkan gejala yang terlalu mencolok pada tahap awal, hingga kadang mereka salah didiagnosis menjadi sakit gastritis. Alasan yang membuat 80 persen pasien kanker perut sudah sampai tahap tak ada harapan untuk hidup ketika mereka diketahui menderita kanker.

Menurut American Cancer Society, gejala kanker perut meliputi:

=====================
- Nafsu makan yang buruk
- Berat badan turun (Padahal tidak diet)
- Sakit perut
- Ketidaknyamanan yang jelas di perut
- Rasa kenyang di perut bagian atas setelah makan makanan kecil
- Mulas atau gangguan pencernaan
- Mual
- Muntah
- Kotoran berdarah

Menurut Prof C Hanny Wijaya, Food Science Expert dan Head of Food Chemistry Division IPB, tak ada aturan pasti seberapa sering boleh makan mi instan. Tetapi yang penting bagi setiap orang adalah menjalankan pola makan sehat dengan gizi yang seimbang dan pola makan yang baik, dan juga memerhatikan unsur kesehatan.

Mi instan seperti yang kita tahu terbuat dari tepung gandum, memiliki kandungan karbohidrat yang sama pada nasi, kentang, dan sumber karbohodrat lainnya. jika kita ingin makan mi instan baik untuk sarapan, makan siang, atau makan malam, sebaiknya dikombinasikan dengan asupan gizi lainnya seperti serat dan protein, dan jangan mencampur mi instan dengan nasi.

"Makan mi instan setiap hari tak masalah asalkan jangan melupakan asupan buah, sayuran, protein selain juga lebih jeli memperhatikan tabel gizi dalam mi instan. Namun jangan juga sepanjang hari makan nasi, mi, kentang tanpa mengasup kebutuhan gizi lainnya, sehingga kebutuhan nutrisi tak seimbang," jelasnya.[.]
Share This :

0 komentar