DESKRIPSI GAMBAR  

PAWARTA TERHANGAT


 
BLANTERWISDOM101

BPJS Ketenagakerjaan Pacitan Prioritaskan Tenaga Kerja Bukan Penerima Upah Sebagai Peserta


PAWARTANUSANTARA.COM | Pacitan - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan pada pekerja melalui 4 program. Program tersebut antara lain, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

Program ini sendiri akan memberikan manfaat yang besar bagi para pekerja. Apa saja manfaatnya?

Menurut Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Perintis Pacitan Indra Gunawan menuturkan, Beberapa Program BPJS Ketenagakerjaan seperti JKK, Program ini ialah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja. Dia mengatakan, jika peserta atau pekerja mengalami kecelakaan maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan berupa seluruh biaya perawatan di rumah sakit.

"Kalau ada pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaa mengalami kecelakaan mulai dari berangkat dari rumah ke kantor balik ke rumah mengalami kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit, maka seluruh biaya perawatan akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Di rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS tidak ada limitnya,"jelasnya saat ditemui pawartanusantara.com di ruang kerjanya, Rabu (27/2/2019).

Lebih lanjut Indra mengatakan, Untuk di Kabupaten Pacitan sudah terdaftar sekitar 21.000 peserta itu dari tenaga kerja formal serta non formal atau penerima upah dan bukan penerima upah, Sementara di Kabupaten yang bejukuk Kota 1001 Goa tersebut, Hampir 80 persen adalah bukan penerima upah sedangkan yang penerima upah atau pekerja yang di biayai Perusahaan hanya 20 persen saja.

"Untuk perusahaan di Pacitan yang sudah mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan sekitar 1200 perusahaan, Yang di sebut Penerima upah itu bisa Sekolah, Perusahaan, Pengusaha Restoran, Perhotelan dan perusahaan-perusahaan lainnya,"jelasnya.

Sedangkan yang di sebut sebagai bukan penerima upah adalah Petani, Nelayan, Pedagang, kenapa di sebut Bukan penerima upah, Karena mereka memiliki penghasilan yang tidak tetap, Namun pihaknya berharap seluruh pekerja yang ada di Kabupaten Pacitan bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.  

"Kita berharap seluruh pekerja bisa menjadi peserta seperti yang tertuang pada Peraturan Bupati Pacitan (Perbup) nomor 25 tahun 2017, Bahwa seluruh pekerja yang ada di Pacitan agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,"harapnya.

Sementara itu projek kedepan dari BPJS Ketenagakerjaan pacitan adalah melakukan kordinasi dengan pemerintah daerah untuk kepesertaan bagi bukan penerima upah, Karena yang paling tersebesar adalah bukan penerima upah maka dari itu yang di perioritaskan untuk menjadi peserta adalah seperti petani dan nelayan.

"Kita sudah kordinasi dengan Pemkab serta melakukan sosialisasi melaui peran Kepala Desa, Gapoktan dan kelompok-kelompok nelayan yang ada agar bisa ikut serta menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,"tambahnya.

Tujuan utama dari BPJS Ketenakerjaan tentunya adalah memberikan jaminan dan perlindungan sosial bagi pekerja di seluruh Indonesia. Melalui berbagai programnya, BPJS Ketenagakerjaan berusaha memberi kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan adanya jaminan dan perlindungan sosial,

"Tentunya para pekerja juga akan lebih merasa ‘aman’ dan tidak perlu khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Resiko yang mungkin terjadi saat bekerja seperti sakit, pemutusan hubungan kerja, kecelakaan kerja, pensiun, hingga kematian bisa menjadi lebih ringan jika kita mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,"tandasnya.(tyo)
Share This :

0 komentar