BLANTERWISDOM101

Hari Jadi Kabupaten Pacitan Ke 274 Digelar Dengan Khidmad Dan Sederhana


PAWARTANUSANTARA.COM | Pacitan - Iring-iringan Bupati Pacitan Indartato bersam istri Luky Baskoro serta Wakil Bupati Yudi Sumbogo bersama Istri Ninik Setyorini, Berjajar di belakangnya Sekda Suko Wiyono, Ketua DPRD Ronny Wahyono bersama istri dan Wakil Ketua DPRD Gagarin memasuki sasono agung pendopo kabupaten, Diiringi tabuhan gamelan yang mengema, Menambah suasana khidmad prosesi Atur wening dalam rangka Hari jadi Pacitan ke 274 tahun 2019.

Dengan mengunakan pakaian beskap yang merupakan pakaian adat Jawa pada masa kerajaan, Suasana tersebut mengingatkan kita saat Bupati Pertama Pacitan Tumenggung Setrowijoyo melakukan prosesi ritual hari jadi kabupaten yang berjuluk Paradise of Java tersebut.

Dalam sambutannya Bupati Pacitan Indartato mengatakan, Mari kuta bersama-sama mengucap rasa syukur kepada Allah, Bahwasannya kita tahun ini masih di beri kesehatan dan keselamatan serta bisa memperingati Hari Jadi Pacitan yang ke 274, Walau pelaksanaan Hajatan tahun ini tidak bisa di lakukan secara meriah namun yang yang terpenting adalah kita selalu mengucapkan rasa syukur.

"Walau peringatan hari jadi ini kita gelar secara sederhana namun yang kita ambil adalah makna dari peringatan tersebut dengan rasa syukur dan hati yang tulus, Harapannya dengan rasa syukur itu Kabuoaten Pacitan tetap gemah ripah loh jinawi, ayem tentrem karto raharjo,"ucap Bupati Saat acara Atur tirto Wening di Pendopo Kabupaten, Selasa (19/2/2019).

Meski berlangsung sederhana, menurut Bupati hal tersebut tidak mengurangi makna peringatan itu sendiri. Yakni sebagai pengingat sekaligus ajang evaluasi, serta instrospeksi dalam menjalankan pemerintahan.

Memang selama dua tahun ini perayaan hari jadi di laksanakan tidak semeriah pada beberapa tahun lalu, Suasana sederhana tanpa ada prosesi arak-arakan di karenakan Pemerintah Daerah belum dapat sepenuhnya memulihkan kondisi pasca musibah pada penghunjung November 2017 lalu. 

“Mengapa prosesi yang kita buat sekarang tidak semeriah dulu, Karena hingga saat ini kita  belum bisa sepenuhnya memulihkan kerusakan akibat bencana banjir bandang serta tanah longsor,” ujar Bupati Indartato usai prosesi hari jadi.

Lebih lanjut Indartato menyampaikan, selain akibat dampak bencana alam yang belum sepenuhnya rampung, pertimbangan lainnya karena berdekatan dengan pelaksanaan Pemilu 2019. 

“kita menghadapi Pemilu 2019. Sehingga kita lebih berhati-hati, supaya Pacitan tetap adem ayem, tentrem,” tandasnya.

Prosesi Atur tirto wening adalah pengambilan air sumur yang diambil dari lokasi pemakaman Tumenggung Setrowijoyo di Desa Sukoharjo dan di lakukan siraman cuci kaki kepada Bupati serta di suguhan rucuh pace yang di bawa dari Desa Nangungan.

Hadir juga unsur Forkompinda seluruh Kepala OPD serta pejabat di lingkup Pemkab Pacitan, Tokoh Masyarakat,Agama,Pemuda,Awak media dan masyarakat umum juga turut hadir dalam Hajatan Kabupaten Pacitan ke 274.(tyo)
Share This :

0 komentar