BLANTERWISDOM101

Klarifikasi Kades Limbungan Terkait Pemberitaan Tambat Labuh Nelayan

Masyarakat desa limbungan yang hadir saat penyerahan kartu jaminan asuransi nelayan di Tanjung labun, pangkalan batu, desa limbungan. Rabu (13/2/2019).

PAWARTANUSANTARA.COM | Belitung Timur-Tambat labuh nelayan di pangkalan batu, tanjung labun, desa limbungan, sebelumnya sempat di pertanyakan oleh warga nelayan lantaran belum juga terealisasi dan sangat memprihatinkan dengan kondisi yang ada.

Sebelumnya wartawan hendak mengkonfirmasi terkait kabar tersebut ke kepala desa limbungan namun belum juga bisa dihubungi. Namun diacara penyerahan kartu jaminan asuransi nelayan masyarakat limbungan Rabu (13/2/2019) siang, di pangkalan batu, tanjung labun, desa limbungan, kecamatan gantung, yang juga hadir kepala dinas kelautan dan perikanan (DKP) Kabupaten Belitung (Beltim) saat ditanya wartawan kades limbungan Japari mengklarifikasi atas pemberitaan tersebut.

"Bagaimana pak kades, tanya Kadin DKP Beltim Feris Nainggolan dihadapan wartawan terkait pemberitaan tersebut tolong dijelaskan biar jelas dan cler. Karena saya juga dapat kabar itu, satunya bagus, yang satunya kurang bagus. Sebenarnya, jawab Japari (Kades) terkait persoalan bagus atau kurang bagusnya atas pemberitaan tersebut itu tergantung daripada yang menyikapi," kata Japari.

Intinya lanjut Japari, semua pelaksanaan itu ada tahap tahapnya. Tidak semestinya perencaan itu segera terealisasi.

"Dengan dasar adanya usul dari kepala desa bahwa di desa masing-masing ada sumber sumber lain sehingga ada tindak lanjut dari dinas terkait kabupaten menindak lanjuti dari apa yang disampaikan oleh kepala desa. Jadi disini tidak ada kesalahan dari dinas terkait maupun pemerintah kabupaten dan bukan kesalahan pemerintah desa," jelas Japari.

Tapi ini adalah upaya kata Japari lagi, upaya kita untuk membangun bahwa di NKRI ini untuk kesejahteraan masyarakat tidak hanya di perkebunan tapi kita mengarah kepada kelautan dan perikanan.

"Dipusat itu kan ada kementerian, kementerian kelautan dan kehutanan, artinya itu berbeda. Nah disinilah tentunya bahwa lahan dikatakan tidak cler itu, cuman saya tidak membawanya hari ini, itu ada surat jawaban dari Provinsi karena pihak provinsi sudah turun kelapangan ditanda tangani pak Nazalius pada waktu itu bahwa lahan yang dimaksud oleh pemerintah desa dan luas sekian koma sekian itu. Itu, berada di area pengguna lain (APL), bukan berada di hutan lindung (HL) dan tidak berada di hutan produksi (HP)," tutur Japari.

Maka dari itu kata Japari lagi,  desa melihat kesempatan ini melakukan pertimbangan-pertimbangan pembangunan dimana pada saat ini ekonomi masyarakat yang hampir mayoritas di Belitung Timur ini tambang dan ini sudah semakin tidak dapat lagi diandalkan. Maka persiapan desa limbungan, untuk masyarakatnya adalah persiapan membangun baik secara inprastruktur dan sebagainya. Terkadang ketika masyarakat ditanya mereka bilang kami tidak tahu, jangan sampai nanti bahasanya mereka salah. Karena pemerintah ini kan mencari yang salahnya kebanyakan, tapi saya yakin pemerintah yang ada hari ini didepan kita bersama membawa berita yang baik. Tentunya ini menjadi persiapan kita bersama selaku putra daerah atau pemimpin di daerah kita.

"Kalau bicara dua persi tadi antara ada yang baik dan tidak baik, sebenarnya baik. Hanya, pemahaman sehingga itu ada yang dikatakan kurang baik. Hanya terkadang ada yang berbicara di belakang tanpa ke yang bersangkutan," pungkasnya. (Marsidi).
Share This :

0 komentar