BLANTERWISDOM101

Lomba Geguritan Guru PAUD Sekabupaten Pacitan, Guna Lestarikan Satra Dan Syair Jawa


PAWARTANUSANTARA.COM | Pacitan - Geguritan dalam kamus Baoesastra merupakan berasal dari kata gurit yang mempunyai arti tulisan atau kidung. Dalam Kamus Kawi Indonesia dijelaskan bahwa gurit memiliki arti sebuah goresan atau tulisan. Namun dalam kamus umum Indonesia (KBBI) geguritan berasal dari kata gurit yang memilikiarti sajak atau syair.

Pengertian geguritan sendiri merupakan ciptaan sastra dalam bentuk syair yang biasanya dilagukan dengan tembang pupuh yang begitu merdu. Tetapi seiring perkembangan jaman, perubahannya mengikuti selera masyarakat modern. Dengan demikian diarenakan perkembangan tersebut  bahasa dari waktu ke waktu yang menjadikan pergeseran penggunaan istilah geguritan.

Untuk melestarikan budaya serta dalaam rangka Hari Jadi Pacitan ke 274, Dinas Pendidikan Pacitan mengelar lomba Geguritan guru PAUD yang pesertanya berjumlah 24 kelompok dari perwakilan dari 12 Kecamatan dan semuanya adalah Guru TK,PAUD, Kelompok Bermain, Kegiatan digelar di Pendopo Kabupaten dengan tema "Bekti Marang Wong Tuo"

Tujuan terselenggaranya kegiatan lomba Geguritan guru PAUD adalah untuk melestarikan budaya jawa, Karen geguritan merupakan salah satu golongan sastra puisi jawa yang indah, cara penyampaian yang baru untuk mengungkapkan rasa yang ada pada penulis untuk meluapkan semuanya pada sebuah tulisan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya jawa dan menambah pengetahuan kepada guru PAUD tentang puisi jawa secara keseluruhan. Puisi jawa yang kini semakin berkembang lebih dominan bersifat bebas dan mempunyai tipografi bebas," ujar Daryono Kepala Dinas Pendidikan Pacitan dalam sambutannya pada lomba Geguritan Guru PAUD, Rabu (27/2/2019).

Sementara itu Bupati Pacitan Indartato dalam sambutannya mengatakan, Lomba Geguritan yang mengambil tema Bekti Marang Wong Tuo, Merupakan seni sastra jawa yang bisa di jadikan pembelajaran serta melestarikan puisi jawa yang mempunyai ungkapan keindahan bahasa yang sesuai dengan rasa.

"Semoga dengan lomba ini akan tetap lestari budaya leluhur, Karena semua ini bisa membawa negri kita menjadi negara yang tetap berbudaya luhur dan menjujung tingi norma dan adat ketimuran," ucapnya saat membuka secara resmi lomba geguritan tersebut.

Lebih lanjut orang nomor satu di lingkup Pemkab pacitan tersebut menambahkan, Dengan tema Geguritan yang tersebut ada dua syarat yang harus dilakukan saat ngabekti dengan orang tua, pertama adalah gelem atau mau, Yang artinya bahwa kita dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua.

"Sedangkan ngawulo ngabe─Ěti marang wong tuo yang berarti kita benar-benar tulus ngabdi kepada kedua orang tua, Sebab apa yang kita lakukan harus dengan restu dan doa dari orang tua," tandasnya

Lomba yang di nilai oleh tiga juri dari Dinas pendidikan, Guru bahasa jawa, dan Seniman Pacitan dengan kategori Naskah Geguritan, Tingkat TK,PAUD dan Kelompok Bermain.(tyo)
Share This :

0 komentar