Tergiur Dapat Timah Banyak, Warga yang Nambang TI Rajuk Ilegal di Pantai Diamankan Pol PP - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

PAWARTA TV

Thursday, 28 February 2019

Tergiur Dapat Timah Banyak, Warga yang Nambang TI Rajuk Ilegal di Pantai Diamankan Pol PP

Kasie Operasi dan Penindakan Nazirwan dan Satuan anggotanya saat mengamankan warga yang kedapatan nambang di lepas pantai Desa Lalang, Manggar. Kamis (28/2/2019. Foto:ist
PAWARTANUSANTARA.COM | Belitung Timur- Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengamankan seorang warga Desa Lalang, berinisial H (46), lantaran kedapatan mengoperasikan tambang tambang Inkonvensial Rajuk Ilegal di tepi Pantai Keramat Desa Lalang, Manggar, Kamis (28/2/2019).

Pekerja inisial H, diamankan bersama dengan barang bukti berupa selang, pipa, ember serta perahu. Saat operasi Satpol PP hanya mendapati H sendiri.

Plt Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Beltim, Ronny Setyawan melalui Kasie Operasi dan Penindakan, Nazirwan mengungkapkan berdasarkan penuturan H (pekerja ti) pengoperasian TI Rajuk di tepi Pantai Keramat sudah berlangsung kurang lebih lima (5) hari. Diduga karena tergiur memperoleh hasil timah yang banyak, H nekad untuk menambang di kawasan pantai tak jauh dari Pantai Nyiur Melambai tersebut.

"Begitu ada laporan dari warga, kita langsung turun. Setelah kita cek yang bersangkutan sedang menambang di atas perahu," ungkap Nazirwan.

Pekerja TI inisial H, hanya diberikan sangsi berupa teguran lanjutnya. Saat ini yang bersangkutan sudah dilepas namun barang bukti masih diamankan di Kantor Dinas Satpol PP Kabupaten Beltim.

"Tadi sudah kita buat kan Berita Acara Pemeriksaan dan membuat surat Pernyataan di atas materai. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," kata Nazirwan. Melalui press rilis yang diterima wartawan media ini, Kamis (28/2/2019).

Sementara anggota DPRD Kabupaten Beltim Koko Haryanto, kepada media ini mengatakan dirinya mengapresiasi kerja pemerintah daerah. 

"Dalam hal ini, Satpol PP yang dengan sigap dan cepat merespon informasi keberadaan TI Rajuk Lepas Pantai," ungkap Koko Haryanto.

Saya harap imbuh Koko, terus bekerja memberikan pelayanan terbaik. 

"Perda Tibum harus punya dilaksanakan, pemerintah daerah sudah punya senjata untuk menertibkan setiap pelanggaran. Baik dilaut, maupun disungai, karena Tibum juga mengatur hal itu," terang Koko.

Tibum mengatur perilaku manusia yang rusak kata Koko lagi, dan melanggar hukum dalam area publik.

"Walaupun kewenangan sudah beberapa yang sudah ditarik ke Provinsi, namun perilaku manusianya tetaplah urusan Tibum," tuturnya. (Marsidi).

No comments:

Post a Comment