Bupati Lam-Tim Menangis Saat Buka Acara Musrenbang di Waway Karya - Pawarta Nusantara

Breaking

DESKRIPSI GAMBAR

PAWARTA TV

Monday, 11 March 2019

Bupati Lam-Tim Menangis Saat Buka Acara Musrenbang di Waway Karya

Musrenbang Kecamatan Waway Karya yang dilaksanakan di Balai Desa Ngesti karya, senin (11/3/2019).

PAWARTANUSANTARA.COM | Waway Karya, Isak tangis Bupati Lampung Timur dan suasana haru yang luar biasa tampak jelas terlihat serta di rasakan saat Bupati Lampung Timur memberikan sambutan pada acara Musrenbang Kecamatan Waway Karya yang dilaksanakan di Balai Desa Ngesti karya, senin (11/3/2019).

Setelah camat Waway Karya Jarot Suseno SH memberikan sambutan, giliran Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim yang dipersilahkan oleh pembawa acara  untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara Musrenbang kecamatan Waway karya untuk tahun 2020.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Timur yang kerap disapa mbak Nunik menyampaikan banyak hal tentang pembangunan yang sudah dicapai dan juga target pembangunan kedepan yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur.

Namun suasana acara Musrenbang berubah menjadi suasana yang mengharukan saat Nunik tiba-tiba terisak-isak menangis dipodium saat masih memberikan sambutan.

"Ini kampung saya, panjenengan (anda dalam bahasa Jawa) semua keluarga saya, sesungguh saya sering merasa lelah berjuang seperti ini, lelah lahir dan batin, lelah fisika maupun psikis saya. Bapak ibu yang menguatkan saya untuk tetap berjuang mengabdi kejalur ini karena saya merasakan, saya melihat langsung dengan mata kepala sendiri, saya ikut didalamnya, banyak sekali manfaat yang bisa kita bawa, banyak kebaikan yang bisa kita bawa", ucap Nunik dengan suara parau.

Tangis Bupati Lampung Timur tak dapat terbendung lagi saat ia menyampaikan resiko yang harus ia hadapi dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. "Walaupun resiko yang dihadapi luar biasa, semua menghadapi resiko, ASN juga menghadapi resiko. Sistem yang masih banyak perlu pembenahan membuat ASN juga sering menghadapi permasalahan atau resiko yang harus diterima. Sekali melakukan kesalahan, sengaja atau tidak disengaja, itu tetap ada resikonya. Saya juga ikut merasakan kegalauan dan kegelisahan semua orang, apa lagi saya seorang pemimpin, banyak sekali tantangan, banyak sekali ujiannya. Rasanya kalau soal jabatan, saya ingin letakkan secepat mungkin, rasanya kalau soal jabatan saya ingin menyerah secepat mungkin, tetapi kalau melihat banyak hal yang harus diperjuangkan, saya bertahan, saya bertahan di sini, semoga niat baik ini menjadi penyelamat kita", ucap Nunik sembari terisak-isak.

Yang lebih mengharukan disaat Nunik berkeluh kesah dalam tangisnya yang mengatakan banyak hal yang tidak baik ia terima saat menjadi seorang pemimpin. "Tidak sedikit orang yang ga suka, orang yang kontra, tidak sedikit orang yang ingin menjatuhkan, tidak sedikit orang yang memfitnah, orang yang menjelekkan, tetapi satu-satunya yang menjadi pegangan saya ingin lurus berjuang walaupun ujiannya berat sekali, walaupun godaannya berat sekali. Bapak ibu, saya mohon do'anya agar saya setia disini, agar saya mampu dan sanggup bertahan. Sungguh saya bukan basa-basi, kursi empuk dan kemewahan bukan tujuan saya", ucap Nunik tersedu-sedu.

"Saya hidup di Waway Karya ini merasakan seperti apa ketertinggalan, saya merasakan seperti apa akses yang tidak mudah didapat, saya merasakan seperti apa orang kampung yang pembangunannya minim. Sekali lagi, kalau urusan pribadi, saya ingin cepat meletakkan, kalau bisa mundur saya mundur dari semuanya, terapi hidup tidak bisa memilih, mungkin ini jalan hidup saya harus seperti ini. Yang bisa saya perjuangkan akan saya perjuangkan, mohon do'anya tidak putus, hanya itu yang bisa jadi pegangan saya memperjuangkan Bapak ibu, semampu saya memperjuangkan masyarakat diWaway karya, memperjuangkan kepentingan bersama, Insya Allah itu yang menyelamatkan kita, menyelamatkan saya, lahir batin berat, lahir batin berat", ungkap Nunik masih sambil menangis.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Lampung Timur ini mengucapkan terima kasih dan berpesan, "Terima kasih Bapak ibu, saya titipkan pada Pemda karena ini perencanaan untuk 2020, titip Waway Karya, meskipun bukan saya lagi kelak Bupatinya, saya titip Waway Karya jangan ditinggal, tolong Waway Karya diperhatikan, bendungan di Sidorahayu yang sering banjir dan sebagainya, banyak desa-desa yang lama tidak tersentuh pembangunan. Saya menitipkan Waway Karya pada Bapak ibu sekalian, Bapak ibu terima kasih yang selama ini telah membantu dan mendukung saya dalam membangun Lampung Timur. Sebenarnya saya tidak ingin basa-basi panjang, tetapi kepada siapa saya ingin bicara ya kepada warga yang selama ini menjadi tujuan saya. Selama Njenengan kekeh, kuat dan yakin, itu yang akan menjadi energi saya agar tetap kuat menghadapi jalur ini semampu saya", tutup Bupati Lampung Timur.

Usai memberikan sambutan yang diiringi dengan tangisnya, Bupati Lampung Timur duduk sejenak lalu meninggalkan ruangan acara Musrenbang menuju masjid yang tidak jauh dari Balai Desa Ngesti karya tempat berlangsungnya acara Musrenbang. (Rj Niti)

No comments:

Post a Comment