BLANTERWISDOM101

Dikhawatirkan Membahayakan Siswa Eternit Ambrol Segera Renovasi


PAWARTANUSANTARA.COM | Miris,  bangunan sekolah prototype SDN Jurang Mangu Barat 01, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel yang beberapa waktu lalu di fungsikan, kondisi plafon eternit yang posisinya persis di depan ruang guru serta kepala sekolah sudah ambrol alias rontok melompong bahkan sewaktu-waktu bisa membahayakan siapa saja, tak terkecuali siswa dan siswi di sekolah ini, (10/03).

Pengamatan langsung di lapangan, ketika mendatangi SDN Jurang Mangu Barat 01 yang secara kebetulan banyak orang tua siswa yang mengantarkan putra putrinya sambil menunggu duduk-duduk bercengkrama santai satu sama lain dan secara kebetulan salah seorang dari orang tua siswa melihat media sedang mengambil poto gambar plafon yang ambruk dengan gamblang orang tua di depan rekan-rekannya yang lain mengungkapkan untuk perhatian pemkot Tangsel, mohon adanya percepatan agar supaya bisa di renovasi secepatnya agar tidak membahayakan terutama buat anak anak kami yang bersekolah di SDN Jurang Mangu Barat 01 ini.

Sementara Mamat S.Pd selaku Kepsek sekolah ini ketika akan di konfirmasi sedang tidak ada di tempat yang infonya menurut guru yang ada Sabtu, (9/3) sedang rapat di luar.

Menanggapi hal ini, Ketua LSM (Lembaga Aliansi Indonesia) Tangsel, Romlih Yogast sangat mendukung langkah kontrol yang di lakukan oleh rekan-rekan media dalam rangka menginformasikan kwalitas pembangunan yang sudah di capai Pemkot Tangsel, khususnya dalam lingkup seperti Dinas Bangunan dan Dinas Pendidikan yang perlu segera menindaklanjuti agar segera bisa di lakukan perbaikan.

"Jangan  hanya menerima informasi di belakang meja."

Tambah Romlih "berapa besar biaya yang sudah di keluarkan untuk proyek Pembangunan SDN Jurang Mangu Barat 1 yang di kerjakan melalui tender tahun 2018 kemaren, setahu saya 13,5 milyar buat 2 lantai dengan 18 lokal, nah tentunya cukup signifikan sekali anggarannya, kalau perbaikan seperti plapon yang di maksud sebaiknya bisa di lakukan besok hari lahh, tinggal teknis antara Dindik dengan sekolah yang bersangkutan dari pada berbahaya,"ujar Romlih. (doe)
Share This :

0 komentar