BLANTERWISDOM101

Era Revolusi Industri 4.0 Penting Berinovasi disebar Jadilah Perusahaan Besar


PAWARTANUSANTARA.COM | Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan perusahaan dan perguruan tinggi telah menyetujui dalam pengembangan di era revolusi industri 4.0, yaitu semakin berkurangnya lokasi fisik dari perguruan tinggi maupun perusahaan, (28/03)

“Kepemilikan tidak lagi penting, tetapi berbagi. Aset tidak perlu banyak, sama seperti perusahaan start-up yang baru, yang penting inovasi, kemudian disebar, kemudian ada berbagi, jadilah perusahaan itu besar, tetapi pusatnya sedangkan tidak ada yang tahu, bisa pusatnya ada di mana-mana, ”ungkap Wakil Presiden Jusuf Kalla (22 MAR 2019) saat meresmikan Jusuf Kalla Entrepreneurial Leadership Center (JKEC) di Universitas Tanri Abeng.

Wapres menyatakan kepemimpinan di pemerintahan, perusahaan, dan perguruan tinggi perlu membahas apa yang perlu diprioritaskan dalam bersaing di era revolusi industri 4.0, dimana berbagi ekonomi dan berkolaborasi dengan banyak kalangan profesional menjadi semakin penting.

“Ini semua perubahan revolusi yang akan menyebabkan pemimpin harus mengubah. Kalau Gojek berbagi dengan pengemudi, universitas berbagi dengan dosen. Mahasiswanya boleh dari macam-macam. Profesornya boleh dari macam-macam negara, mengajar menjadi berbagi, ”ungkap Jusuf Kalla.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir yang ikut hadir meresmikan pusat penilaian ini menyatakan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta tidak boleh lagi berbangga telah berprestasi di dalam negeri tanpa memperhatikan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri dalam era revolusi industri 4.0.

“Ini menandakan perguruan tinggi tidak bisa lagi mengandalkan (kinerja) dalam negeri saja. Sebagian besar perguruan tinggi yang bergantung di dalam negeri adalah besar, tetapi di dunia kecil. Oleh karena itu perlu kolaborasi, ”ungkap Menristekdikti.

Tanri Abeng, Rektor Universitas Tanri Abeng, menyatakan perguruan tinggi sudah bekerja sama dengan perguruan tinggi Inggris, Australia, dan Korea Selatan dalam bentuk blended learning (gabungan antara pembelajaran online dengan perkuliahan tatap muka).

“Kami harus membangun yang dinamakan aliansi strategis di mana kita bisa membangun kerja sama sehingga universitas asing tidak perlu membangun gedung yang besar (di Indonesia) yang pasti biayanya mahal. Oleh karena masuklah di Universitas Tanri Abeng yang bisa kita bawa program-program Anda, ”Tanri Abeng, Rektor dari Universitas Tanri Abeng, yang pernah diminta sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Jusuf Kalla Pusat Kepemimpinan Wirausaha ini diresmikan oleh Wakil Presiden Muhammmad Jusuf Kalla bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir ini juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Ansar Husen, Rektor Universitas Tanri Abeng, yaitu Tanri Abeng sendiri, para eselon Kemenristekdikti, perwakilan universitas asing mitra Universitas Tanri Abeng dari Australia, para dosen Universitas Tanri Abeng.
[pn]
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik 
Kemenristekdikti

Share This :

0 komentar