BLANTERWISDOM101

Korban Tersambar Petir Kakek dan Cucu Meniggal Dunia

Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi (kiri pakai peci) dan Camat Gantung Zikril, SS, (kanan pakai peci) saat dirumah korban kakek dan cucunya di jalan pembangunan dusun kundur, Desa Batu Penyu, Beltim. (14/4/2019) malam.

PAWARTANUSANTARA.COM | Belitung Timur, Postingan netizen pengguna jejaring media sosial Facebook akun Edem Munazir yang diunggah dilaman facebooknya 14 April 2019 sekitar pukul 21.30. wib, malam kurang lebih tepatnya viral di media sosial Facebook.

Tertulis dilaman akun facebooknya 'innalilahi kakek sama cucunya meninggal kena kilat di batu penyu' tulis Edem Munazir.

Ternyata postingan tersebut sudah dibagikan sekitar kurang lebih 240 kali oleh Netizen pengguna jejaring media sosial Facebook. Tampak juga foto yang diunggah dilaman  facebooknya itu dua orang dalam keadaan posisi terlentang ditutupi kain dan kerumunan warga disekitarnya.

Terkait postingan dilaman Facebook Edem Munazir yang ramai dikomentari dengan mengucapkan turut berduka dan belasungkawa yang mendalam oleh pengguna jejaring medsos Facebook. Media ini mencoba mengkonfirmasi kebenaran hal tersebut ke Kepala Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Kabupaten Beltim, melalui pesan singkat via Whatapps nya namun belum ada jawaban.

Sementara salah satu warga saat dikonfirmasi perihal tersebut dirinya mengatakan soal kejadian tersebut lokasi tepatnya kurang tahu.

"Kalau korban kakeknya biasa dipanggil Pak Kung. Nama cucunya saya tidak tahu, soalnya saya lagi di RSUD Manggar, ada warga Desa Gantung ditabrak ABG Lilangan dan keadaan beliau dari sore tadi hingga sekarang belum sadar. Jadi saya tidak fokus dengan kabar yang batu penyu tadi," ungkapnya .

Kembali wartawan media ini mengkonfirmasi ke warga Desa Batu Penyu yang akrab disapa Pay dikatakan warga tersebut korban yang kebetulan tetangga sendiri.

"Kakek dan cucunya korban diduga disambar petir dikulong (tambang), kalau nama kakeknya Redy alias Pak Kung (50) dan cucunya Evin (14) yang masih berstatus sekolah kelas delapan (8) di SMP Jangkar Asam," kata Pay kepada media ini (14/4/2019) malam.

Kejadiannya lanjut Pay menambahkan di daerah Air Klarik, Desa Batu Penyu, perbatasan Jangkar Asam, didekat kebun beliau (korban). Yang kebetulan korban kakek dan cucunya ini adalah warga Jalan Pembangunan RT 19 Dusun Kundor, Desa Batu Penyu juga tetangga saya, tuturnya.

Atas kejadian naas tersebut Sekda Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi dan Camat Gantung Zikril, SS,. sambangi kediaman korban kakek dan cucunya yang diduga tersambar petir di jalan pembangunan RT 19 Dusun Kundur, Batu Penyu, (14/4/2019) malam. Dan rencana kedua korban kakek dan cucunya itu akan dikebumikan (15/4/2019) pagi. (Marsidi).
Share This :

0 komentar