DESKRIPSI GAMBAR  

PAWARTA TERHANGAT


 
BLANTERWISDOM101

Apa Salah KNPI? Dampak konflik Rencana Beroperasinya Extreame Bar

Presiden BEM AMB M.IKHSAN.

PAWARTANUSANTARA.COM
Tanjungpandan - Penolakan masyarakat terhadap rencana bukanya tempat hiburan malam(THM) terus bergulir,jika sebelumnya disampaikan oleh organisasi kemasyarakatan pemuda(OKP) atau Ormas,kali ini gelombang penolakan juga datang dari kaum akademisi dilingkungan kampus,yang menyoroti sikap arogansi pihak pengelola Extreme Bar,yang ingin memecah Belah pemuda di kabuoaten Belitung.

Presiden BEM Akademi Management Belitung, M Ikhsan mengatakan apa yang disampaikan oleh salah satu pengelolah atau pemilik saham X-Bar,pada postingan akun facebook bernama Fahrizan,yang mengatakan,akan membuat KNPI tandingan terkait permasalahan X-Bar,sungguh sangat jauh melebar dari sikap penolakan masyarakat,dan seakan ingin menunjukkan arogansinya,kalau pihak X-Bar sangat kuat.

"kan aneh,penolakan X-Bar berimbas pada rencana pembuatan KNPI tandingan,apa maksudnya,ingin memecah belah pemuda yang ada di kabupaten belitung,seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya sangat hebat,padahal KNPI baru selesai melaksanakan musda dan melahirkan letua terpilih yang baru,salah KNPI apa dan dimana?,"tanya Ikhsan.

Ikhsan meminta supaya pemerintah daerah,tegas,selektif dan objektif dalam memberikan izin terhadap investasi yang masuk di kabupaten Belitung,harus ditimbang baik dan buruk,dampaknya kedepan juga haruas difikirkan,apakah banyak mamfaatnya atau banyak mudoratnya bagi madarakat sekitar khususnya dan masyarakat kabupaten Belitung secara umum.

"kita menghimbau kepada pemerintah daerah,suapaya selektif dalam memberikan izin isaha dan bentuk infestasi yang akan masuk ke kabupaten Belitung ini,jangan sampai dampak rencana infestasi berimbas kepada keresahan masyarakat dan merusak ketentran serta kedamaian masyarakat Belitung,tempat maksiat sudah banyak,kedepan perpanjangan izin tempat-tempat maksiat jangan diberikan,yang baru mau buka juga jangan diberikan izin,"pinta Ikhsan.

Sementara itu ketua ikpb Belitong Dicky Febriawan menolak xbar beroperasi dan lawan bentuk intimidasi kepada masyarakat dan pemuda.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat bahwasanya pihak x-bar yang memaksakan segala cara untuk x-bar tetap beroperasi di Belitung. informasi ini membenarkan dengan adanya acara soft opening pada Rabu 07-08-19 kemarin.

 "maka dari itu kami sangat menolak dengan tegas adanya x-bar di Belitung apalagi sampai beroperasi dengan segala bentuk isinya.Menurut saya dengan adanya hiburan malam seperti x-bar ini akan membentuk kontruksi sosial pada masyarakat , khususnya pemuda yang lama-kelamaan akan mengalami perubahan. Terbentuk la kebiasaan seperti dari aspek gaya hidup hedonis, mabuk-mabukan ,berfoya-foya , narkoba seks bebas dan lain-lain. Tanpa memiliki kesadaran moral yang baik. Yang cenderung hanya mencari kesenangan dan kebahagiaan sesaat, sehingga mehalalkan segala cara ,di tambah lagi pola hidup konsumtif dan follower nantinya".jelas Dicky.

Hal ini yang menyebabkan kemerosotan nilai sosial di dalam masyarakat. Kita disini lebih baik mencegah dari pada mengobati. Karena pembangunan yang paling penting untuk masa depan yang lebih baik adalah , membangun indeks manusia nya yang berkualitas,  baik dari segi pendidikannya , kesehatan , lingkungannya berakhlak , memiliki karakter yang baik serta integritas. Sehingga terciptanya tatanan kehidupan masyarakat ,yang aman ,damai dan sejahtera.

"jika selama ini opini yang digiring adalah pembangunan pariwisata atau mempromosikan pariwisata dan investasi. saya rasa ini terlalu naif/polos tidak subtansi. Karena masih banyak alternatif yang lain kalau kita berbicara pariwisata salah satunya pembenahan pariwisata dari hulu ke hilir yang berbasis budaya dan kearifan lokal , contohnya optimalisasi potensi setiap desa  seperti agrikultural , ekowisata dan pemanfaatan produk kreatif unggulan tradisional dari masyarakat untuk di promosikan dan di perdagangkan. Ini baru sektor rill kalau kita berbicara pariwisata dan jelas manfaatnya untuk masyarakat. Dan sisi hiburan bisa saja lewat budaya , kesenian yang rutin di pertontonkan dll. yang sesuai karakteristik dan jati diri, martabat daerah kita , tanpa meniru budaya asing. Seperti tempat hiburan malam x-bar ini.  Memang sebelumnya sudah ada tempat hiburan malam sejenis ini di Belitung tapi sudahlah jangan diperbanyak lagi karena kita mencoba meminimalisir tempat seperti ini di Belitung. Biar sisi mudharat nya tidak banyak",papar Dicky.

Disinggung terkait isu yang dimainkan oknum pihak x-bar dan segelintir kelompok yang mendukung keberadaan x-bar yang ingin mencoba melakukan upaya intimidasi kepada masyarakat , lembaga organisasi kemasyarakatan pemuda dan penyerangan kepada personal. Yang selama ini masif melakukan aksi penolakan baik dalam bentuk lisan dan tulisan. Saya rasa itu terlalu berlebihan bentuk intimidasi itu sangat subjektif. kita harus ingat negara kita ini sistem demokrasi dan dibangun atas negara hukum. semua orang mempunyai hak untuk menyuarakan pendapat di publik selama itu tidak anarkis dan kriminal. janganlah menghalalkan segala cara yang mengarah ke kriminalisasi. Ini jelas bentuk penindasan bagi kami dan kami tidak akan takut dan seterusnya akan melawan. Karena kita disini jelas memperjuangkan dan membela kepentingan umum dan masyarakat banyak. Dan dilandasi atas kesadaran moral dengan didorong oleh keinginan luhur Yang kuat. Bukan berbicara atas kepentingan pengusaha atau penguasa yang hanya memikirkan perut mereka sendiri.

"Harapan kami semoga pemerintah hadir di tengah gejolak ini menimbang , memilah dan menampung aspirasi kami ,jika kemarin katanya tetap menolak keberadaan x-bar. Yang katanya tetap mengatasnamakan kepentingan masyarakat atau umum.  Segeralah memberikan solusi atau kebijakan yang kongkret baik dari segi hukum , regulasi , alokasi ,bukan hanya slogan atau penggiringan opini. Biar masalah x-bar ini selesai. Sehingga situasi dan kondisi masyarakat pun menjadi kondusif" ,harapnya. (Mar)
Share This :

0 komentar