DESKRIPSI GAMBAR  

PAWARTA TERHANGAT


 
BLANTERWISDOM101

Diduga Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Seorang Oknum Mahasiswi Ditangkap Polisi


PAWARTANUSANTARA.COM | Tim Gabungan Unit Reskrim Polsek Larangan dan Resmob Satreskrim Polres Brebes mengungkap kasus pembuangan sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan. Bayi itu ditemukan di sebuah semak-semak di bawah pohon pisang terbungkus kantong plastik, beberapa hari lalu di wilayah Dukuh Kendaga Desa/Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes Jumat, (16/08).

Tim gabungan yang dipimpin langsung Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Brebes Aiptu Titok A Pramono, berhasil meringkus seorang pelaku berinisial RS (19). Sebelum ditangkap, polisi telah melakukan penyelidikan dan olah TKP hingga akhirnya petunjuk mengarah ke pelaku.

RS merupakan warga setempat. Ia hingga kini masih tercatat sebagai seorang mahasiswi semester II sebuah universitas swasta di Kota Tegal.

Kasatreskrim Polres Brebes AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, pengungkapan kasus pembuangan bayi berawal dari laporan dari masyarakat. Saat pertama ditemukan, bayi perempuan itu terbungkus dalam kantong plastik bewarna hitam dan sudah meninggal dunia.

“Juga bayi itu, kondisinya masih lengkap dengan ari-ari dan tali pusar masih menempel. Diperkirakan saat itu, usianya baru satu hari setelah dilahirkan,” ucap Tri Agung Suryomicho, Kamis, 15 Agustus 2019.

Menurut pengakuan pelaku di hadapan petugas, dia melahirkan bayi perempuanya di kamar mandi rumahnya seorang diri. Karena panik, lantaran kehamilanya tak diinginkan dan tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Pelaku kemudian memasukan bayi yang masih merah itu ke dalam kantong plastik.

“RS kemudian membuang bayi itu ke pekarangan yang tak jauh dari tempat dia tinggal,” katanya.

Sejumlah barang bukti pun diamankan pihak kepolisian. Di antaranya satu buah baju hem, satu buah tikar lantai, dan satu buah kaos warna biru. “Pelaku sudah kami amankan di Mapolres Brebes bersama sejumlah barang bukti. Saat ini sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut unit PPA,” katanya.

Atas kasus ini, RS diancam pasal 341 KUHP. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun. *
Share This :

0 komentar