BLANTERWISDOM101

Ditangkap Di Kosan Jak-Tim, 4 Pelaku Spesialis Pembobol ATM

Polda Metro Jaya Tangkap 4 Pengganjal ATM,  Bobol Rekening Nasabah.

PAWARTANUSANTARA.COM | Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap empat kawanan pembobol rekening nasabah dengan modus mengganjal mesin ATM dengan tusuk gigi.

Mereka ditangkap dari rumah kosan di Galur Sari III, Kostan 178 Kelurahan Utan Kayu, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, pada Kamis (19/9).

Sementara dua tersangka lainnya anggota sindikat ini, masih buron dan dalam pengejaran polisi. Empat tersangka yang dibekuk adalah F (34), S (40), E (20) dan SW (43). Sementara dua pelaku yang buron adalah R dan J.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan kawanan ini kerap menyasar ATM yang ada di swalayan dan minimarket. “Mereka sudah beraksi sejak 2014 lalu. Modusnya dengan mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi yang di amplas” kata Kombes Pol Argo, Rabu (25/9/2019).

Dengan begitu, kata Kabid Humas,  jika ada nasabah yang menggunakan ATM yang dimaksud, maka kartu ATM korban menjadi terganjal atau tak bisa keluar. “Saat itulah salah satu pelaku menawarkan bantuan ke calon korban. Jika mau, maka pelaku dapat mengeluarkan kartu ATM yang dimaksud,” kata Kombes Pol Argo.

Namun kata Kombes Pol Argo tersangka menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM lain dari bank yang sama.

“Ada juga pelaku lain yang sudah mengamati nomor pin kartu ATM korban. Jadi ketika kartu ATM korban sudah ditukar, para pelaku langsung menarik uang di kartu ATM itu atau mentransfer ke rekening pelaku dari mesin ATM lain,” papar Kombes Pol Argo.

Aksi terakhir kawanan ini kata Kombes Pol Argo dilakukan di ATM di Alfamart di kawasan Wisma Harapan, Tangerang, pada 21 Agustus 2019 sekira pukul 11.00. “Di sana pelaku berhasil memperdayai korban dan menguras uang di rekening ATM korban sebanyak Rp 25 Juta. Uang itu sudah dibagi-bagi ke enam pelaku,” ucap Kombes Pol Argo.

Dari hasil pendalaman katanya empat tersangka ditangkap di rumah kostan atau asrama di Kelurahan Utan Kayu, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (19/9). “Sementara dua pelaku lain masih buron dan masuk dalam DPO petugas,” kata Kabid Humas.

Kemudian kata Kombes Pol Argo dari penyelidikan diketahui bahwa F, pimpinan kelompok ini adalah residivis kasus serupa yang bebas sekitar tahun 2014 lalu. “Pimpinan kelompok ini yakni F adalah residivis kasus serupa,” kata Kombes Pol Argo.

Dari tangan para tersangka kata Argo disita beberapa HP, puluhan kartu ATM berbagai bank, tusuk gigi, amplas dan lainnya. Akibat perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukumannya 9 tahun penjara.
Share This :

0 komentar