BLANTERWISDOM101

Penjemuran Kaolin PT. HAM Diduga Masuk Kawasan HLP

PENJEMURAN KAOLIN PT. HAM DIDUGA MASUK KAWASAN HLP

PAWARTANUSANTARA.COM | Dugaan sementara PT. HAM bertahun tahun melakukan penjemuran atau pengeringan mineral tambang jenis kaolin di kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) di Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Instansi terkait tutup mata ?

Pekerja dikantor lokasi tersebut sebut saja nama panggilan  Salim saat ditemui beberapa awak media dirinya menyebutkan penjemuran mineral tambang jenis kaolin sudah berkisar sekitar 8(delapan) hingga 9(sembilan) Tahun lamanya dilokasi tersebut.

“Kalau untuk melakukan penjemuran mineral jenis kaolin ini lebih kurang sekitar 8-9 tahun lamanya’’, ujar Salim. Senin (23/9/2019) sore, dikantor PT  HAM.
Ketika ditanya soal WIUP pengambilan  sumber kaolin dirinya menyebutkan dari SWA tidak disebutkan dimana lokasi SWA tersebut tepatnya apakah PT atau CV .
“Kurang tahu persis, selama ini yang saya tahu pengambilan  mineral kaolin ini dari SWA’’, sebut dia.

Terkait pengiriman dirinya menyebutkan tidak menentu dalam satu bulan.
“Tidak menentu dalam 1(satu) bulannya berapa kali. Saya hanya pekerja lebih jelasnya tunggu pak YN (inisial),  saja’’, ucapnya.

Orang yang disebut-sebut inisial YN, ketika beberapa awak media meminta pak Salim untuk  menghubunginya dirinya menyebutkan “Tunggu saja, biasanya beliau sore datang”, ungkapnya.

Tidak kunjung tiba, inisial YN yang disebut-sebut  juga belum datang dan tidak bisa dihubungi hingga beberapa awak media meninggalkan kanto PT HAM tersebut.
Humas LSM Lintar Suhermanto kepada wartawan mengatakan," sebenarnya penjemuran kaolin di duga milik PT. HAM lokasinya diduga masuk kawasan hutan lindung pantai dan itu bukan rahasia lagi, semua tahu kok, karena berdasarkan informasi dari berbagai sumber pernah mengatakan kepada kami, bahwa pemilik kaolin tersebut beberapa tahun yang lalu diduga pernah berjanji, penjemurannya akan di mundur kebelakang, tapi faktanya tidak dan berlanjut sampai sekarang, bener atau tidak hanya dinas terkait yang tahu permasalah tersebut dan kenapa dibiarkan, ada apa ya ? ," Ungkap suhermanto (Ali Hasmara)
Share This :

0 komentar