BLANTERWISDOM101

Video Viral: Polisi Amankan 7 Pelaku Hajar Siswi SMP di Stadion Kebondalem Kendal

Gambar ilustrasi (22/9/2019).

PAWARTANUSANTARA.COM | Video viral seorang siswi SMP yang dihajar sejumlah siswi SMP lainnya di di kompleks Stadion Utama Kebondalem, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), akhirnya berbuntut panjang. Polres Kendal mengamankan tujuh orang pelaku, Sabtu (21/9/2019). Saat ini, para pelaku masih dimintai keterangan atas perundungan yang mereka lakukan.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugraha mengatakan, jajaran Sat Reskrim Polres Kendal bergerak cepat menindaklanjuti kasus bullying tersebut setelah videonya viral di media sosial. Tujuh pelaku diamankan dari kediamannya masing-masing setelah polisi mempelajari video perundungan.

Ketujuh pelaku yang diamankan berinisial SM, AF, SARM, MH, IR, NA, dan YW. Mereka berasal dari empat sekolah berbeda di wilayah Kabupaten Kendal. Usia pelaku rata-rata 15 tahun dan seorang sudah berusia 20 tahun.

“Enam di antaranya masih berstatus pelajar dan seorang putus sekolah. Enam pelaku perempuan dan seorang laki-laki. Sebenarnya pelakunya satu orang, yang lain itu hanya membantu. Ini kasus bullying, bukan persekusi,” kata Nanung di Mapolres.

Nanung mengatakan, dari hasil penyelidikan, sebenarnya ada sembilan orang yang terlihat dalam video kasus perundungan siswi SMP itu. Namun, polisi baru mengamankan tujuh orang.

“Sebenarnya dalam video ada sembilan orang, tapi dua di antaranya sepertinya tidak tahu-menahu soal kejadian itu. Mereka hanya lewat atau melihat saja. Pelaku juga sebenarnya hanya satu orang dan yang lain hanya membantu. Tapi, nanti akan tetap kami cari yang dua orang itu,” kata Nanung.

Nanung mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, motif para pelaku melakukan perundungan karena jengkel dan dendam kepada korban yang mengunggah foto pelaku utama di media sosial. Foto itu akhirnya viral di media sosial.

“Namun, kami belum mengetahui fotonya yang mana, karena tadi pelaku tidak bisa menunjukkan foto itu. Kami masih mendalami motifnya ini,” katanya.

SM kemudian meminta untuk bertemu dengan korban di Taman Gajah Mada, Kendal. SM turut membawa teman-temannya ke Stadion Utama Kebondalem, Kabupaten Kendal.

Di stadion tersebut, SM meminta korban menjelaskan alasan mengunggah fotonya di media sosial. Namun, karena pelaku jengkel, dia lalu memukul dan mengancam korban. “Saya tanya dia diam aja. Saya jadi marah,” kata SM, pelaku perundungan.

Polisi bakal menjerat para pelaku dengan Pasal 351 dan 170 serta 368 KUHP tentang Penganiayaan. Pelaku juga bisa dikenakan dengan Pasal 80 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan upaya damai di antara para pelaku dan korban.

“Karena status mereka masih anak di bawah umur, memang satu orang 20 tahun, kami berikan hak-hak mereka sebagai anak. Jadi, mereka didampingi orang tua dan dari lembaga bantuan hukum dalam pemeriksaan,” kata Nanung Nugraha.
Share This :

0 komentar