BLANTERWISDOM101

Workshop Pendidikan Etika Dan Budaya Politik Di Hotel Puncak Belitung


PAWARTANUSANTARA.COM |Kegiatan Workshop Pendidikan Etika Dan Budaya Politik Propinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Kesbangpol  Prov. Kep. Babel dengan materi " Tingkatkan Partisipasi Politik Dan Budaya Demokrasi Yang Bermartabat " dilaksanakan di ruangan meeting Hotel puncak Belitung (25/09/2019) pukul 08.30 WIB, hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Belitung Ahyat AD, kepala KPU kabupaten Belitung Soni Kurniawan, kepala Bawasluh Kabupaten Belitung Heikal Fackar, sebagai pelaksana kegiatan/ moderator Kabid Kesbangpol Propinsi Babel Renaldi dengan anggotanya, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi pemuda dan masyarakat, organisasi LSM dan undangan lainnya.

Kepala Badan Kesbangpol Belitung H. Ahyat AD dalam acara tersebut menjelaskan materi Membangun etika dan budaya politik yang dijabarkan dari Dinamika Politik yang sehat melalui kesadaran, partisipasi, budaya dan etika, kemudian Demokrasi meliputi penjelasan mengenai pendidikan, kesejahteraan dan hukum, dijabarkan lagi melalui pertama  Integritas yaitu harus jujur, dapat dipercaya, berkarakter dan bertanggungjawab, kedua melalui etos kerja yaitu kerja keras, optimis, produktif, inovatif dan berdaya saing, kemudian ketiga Gotong royong yaitu dengan bekerjasama, solidaritas tinggi, komunal, berorientasi pada kemaslahatan dan kewargaan. Semua ini dijelaskan dengan rinci oleh pak Ahyat.

Kepala KPU Kabupaten Belitung Sony Kurniawan SH sebagai Nara sumber dalam acara tersebut mengatakan," Pendidikan dan etika budaya Politik menjadi penentu dalam mengatur dan menentukan tatanan politik di Indonesia,  etika dan budaya akan menjadi tegas ketika ditentukan dalam bentuk pranata sosial, pranata sosial yang didalamnya mengatur etika dan budaya bagi masyarakat dalam kehidupan kemasyarakatan.

Pendidikan etika dan budaya politik yang secara terus menerus dapat dilakukan baik kepada lapisan masyarakat, partai politik juga pemerintah, yang mempunyai kewenangan untuk mengatur, salah satunya bidang politik yang biasanya diakhiri dengan pelaksanaan pemilihan umum yang dilaksanakan oleh KPU, " ungkap Sony.

Heikal Fackar Ketua Bawasluh Kabupaten Belitung sebagai Nara sumber menjelaskan, ujian etika dalam proses pemilu yaitu pertama melalui etika penyelenggara yang dijabarkan secara lengkap diantaranya jika penyelenggara Pemilu melanggar etika, DKPP bekerja, selanjutnya kedua yaitu etika peserta Pemilu diantara penjabarannya yaitu " harus diakui masih banyaknya celah dalam aturan pemilu ( tekstual ), makna yang multitafsir dan tidak jelas tolak ukurnya cenderung dimanfaatkan dengan tujuan melecehkan sistim,  demokrasi yang ideal dan berkualitas melalui aturan " kesalahan - kecurangan - kebablasan - pelanggaran - siap menang tidak siap kalah.
Selanjutkan yang ketiga adalah etika pemerintah dan aparaturnya kemudian ke empat etika media dan terakhir ke lima etika rakyat semua dijelaskan dengan rinci oleh Heikal. (Ali Hasmara)
Share This :

0 komentar