BLANTERWISDOM101

36 Kapsul Heroin Disita : Diselundupkan Ke Dalam Organ Vital

Polda Metro Jaya Tangkap Kurir Narkoba, 36 Kapsul Heroin Disita. Tersangka LN kedapatan membawa narkoba jenis heroin, yang dikemas ke dalam kapsul khusus yang nantinya dapat diselundupkan ke dalam organ vital, (12/10/2019).

PAWARTANUSANTARA.COM – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, kembali menangkap seorang kurir narkoba. LN ditangkap di kawasan Jakarta Utara, pada Rabu (9/10/2019).

Tersangka LN kedapatan membawa narkoba jenis heroin, yang dikemas ke dalam kapsul khusus yang nantinya dapat diselundupkan ke dalam organ vital.

Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ahmad Fanani mengatakan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait adanya peredaran narkotika di parkiran Swalayan HH Duta Harapan Indah Penjaringan, Jakarta Utara.

“Di parkiran Swalayan HH diketahui ada seorang laki-laki sesuai ciri-ciri, terlihat mencurigakan, membawa tas warna hitam kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan narkoba dalam tas tersebut,” ujar AKBP Fanani dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2019).

Setelah dilakukan introgasi, LN mengaku kalau barang haram itu ia ambil dari sebuah penitipan barang yang ada di pasar tersebut. Semula, heroin itu hendak dibawa pulang oleh tersangka. Pasalnya, LN akan mengantarkan pesanan narkoba itu setelah mendapat perintah.

“Tersangka LN mengambil barang tersebut dari tempat penitipan barang di swalayan, kemudian barang tersebut dibawa pulang dan menunggu perintah berikutnya” jelas AKBP Fanani.

Lebih lanjut AKBP Fanani mengatakan, ini kali kedua LN menjadi kurir narkoba. Kepada polisi, LN mengaku upah yang didapatkan dari pekerjaan tersebut mencapai puluhan juta rupiah.

“Sudah ke dua kalinya LN menjadi Kurir narkoba, biasanya sekali antar LN diupah Rp10 juta,” kata AKBP Fanani.

Dari hasil penangkapan itu, polisi menyita 35 kapsul heroin dengan berat mencapai 366 gram. “Menariknya kemasan yang digunakan berbentuk kapsul yang berisi heroin padat. Umumnya metode ini digunakan dalam modus menyelundupkan narkoba dengan cara dimasukan ke dalam tubuh melalui anus,” terang AKBP Fanani.

Namun hingga kini, polisi masih terus memburu jaringan peredaran heroin ini. Salah satu yang menjadi buron ialah bos dari kurir narkoba tersebut. “Yang menyelundupkan di anus lagi kita kejar. Bosnya juga kita kejar,” tandas AKBP Fanani.
Share This :

0 komentar