Cerita Mistis, PASIR NGAMBANG keramat ditengah Sungai Cilutung -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Cerita Mistis, PASIR NGAMBANG keramat ditengah Sungai Cilutung

Monday, 21 October 2019

Sejak kecil hingga kini pasir ngambang tidak ada perubahan meskipun banjir datang dan hampir menenggelamkannya.

PN.COM - Sekilas melihat tempat ini tidak ada yang istimewa. Dikatakan pasir ngambang (bukit terapung) karena berada ditengah sungai Cilutung "Leuwi Keris" sebutannya. Sebelah selatan kampung Leuwihieum kecamatan Jatigede kabupaten Sumedang, tak jauh dari tempat penulis tinggal, (21/10/19).

Sepenggal cerita, yang akan diangkat di media ini, berharap ada manfaatnya, terkait cerita ini.

Seingat penulis sejak kecil hingga kini pasir ngambang tidak ada perubahan meskipun banjir datang dan hampir menenggelamkannya. Tapi kali ini hanya bebatuan dan pasir pasang yang nampak dikala musim kering seperti sekarang
   
Warga disini tidak mengkeramatkan ataupun berziarah, mereka tidak tahu asal usul adanya tempat ini. Apakah ada tokoh masa kerajaan ataupun leluhur kampung? Tidak tahu persis katanya. Kalau bentuk iya jelas seperti gunung kecil ditengah sungai.
   
Saya pun kembali menelusuri , didalamnya hanya deretan batu tidak seperti lazimnya makam yang berbentuk.
   
Karena sumber untuk mencari keterangan susah, saya mencoba membuka tabir, menerawang alam maya. Seketika
Suasana lengang dan sedikit kabut hitam menghalangi daya pandang mata batin dan naluri yang difokuskan ke tempat ini,
Sekilas nama muncul dibenak ini.

"Sanghyang Umayak" penguasa Cilutung tepatnya berada di tengah-tengah antara hulu dan ujung sungai, begitulah kira-kira. Dengan kesaktian tongkat pendek, menurut pirasat masih berada secara gaib dibukit ini. Terlihat samar-samar kucing hitam mata putih melotot (sejenis sero=sunda) mungkin juga sebagai penjaga disini.
   
Bulu kuduk serasa tegang dan merinding terdengar suara pasukan kuda melewati area ini, apakah ada kaitan dengan tempat yang didatangi? Tidak tahu persis, suaranya turun dari arah datangnya aliran air, serta menghilang ditelan angin. 

Sayapun tertegun kaku, menghela napas panjang dan segera menormalkan keadaan.
   
Ada kesaksian seorang warga sebut saja Bapak Embem (46) malam Selasa kemarin waktu lewat kira-kira jam 21:45 Wib melihat cahaya turun kesana. Katanya lagi " orang mancing malam hari jam 3 subuh malah menemukan sebilah keris".
   
Begitulah hasil investigasi kali ini, Jika Allah SWT berkehendak tak ada yang mustahil, karena kadang ada daya tarik tersendiri untuk mendatangi tempat - tempat mistis dan mencari tahu keberadaannya.
(Wallahhu a'lam bissawab).
Uju.J