Cuaca panas, di Ciputat 39,6 derajat celsius di Belasi goreng krupuk -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Cuaca panas, di Ciputat 39,6 derajat celsius di Belasi goreng krupuk

Friday, 25 October 2019

Menggoreng kerupuk di tengah jalan dengan panas matahari. Kerupuk gorengannya tetap terasa renyah meski tanpa api dari kompor, Vivanews (25/10/19).

PAWARTANUSANTARA.COM - Beberapa hari belakangan, cuaca memang lagi super panas. Suhu di beberapa wilayah Indonesia dilaporkan mengalami peningkatan. Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin memaparkan pantauan suhu. 

“Kami mencatat pada 23 Oktober lalu suhu udara di atas 38 derajat celsius terukur di Ciputat (39,6 derajat celsius) lalu 38,8 derajat celsius di Jatiwaringin, 38,4 derajat di Ahmad Yani Semarang dan Syamsudin Noor Banjarmasin sebesar 38,2 derajat celsius,” kata dia.

Miming menambahkan, Pada tanggal 27 hingga 30 Oktober atau akhir bulan perlu diwaspadai kondisi cuaca panas terik di siang hari. Meski titik kulminasi di Jawa mulai berkurang tapi potensi suhu panas masih tinggi, paling tidak sampai dengan akhir bulan. 

"Perlu diwaspadai fenomena suhu panas satu minggu ke depan karena cuaca cerah tanpa awan mendominasi sehingga panas terik di siang,” kata dia.

Sebagian besar warga mengeluhkan cuaca panas yang membakar kulit, hingga enggan melakukan aktivitas di luar ruangan. Tapi beberapa warga di Bekasi dengan kreatif memanfaatkan teriknya matahari untuk menggoreng tanpa kompor.

Seperti yang dilakukan oleh Sulastri Lestari, ia menggoreng kerupuk di tengah jalan dengan panas matahari. Kerupuk gorengannya tetap terasa renyah meski tanpa api dari kompor. "Rasa kriuknya sama, tidak ada yang beda. Garing dan tidak lembek. Saya juga bingung kok sampai bisa matang begini," kata Lestari dilansir Vivanews Jumat, 25 Oktober 2019, dikutip dari.