Diskusi Publik Refleksi Sumpah Pemuda -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Diskusi Publik Refleksi Sumpah Pemuda

Wednesday, 30 October 2019

Refleksi Sumpah Pemuda’ tersebut dimoderatori oleh Doktor Syaifudin Al Mughniy itu sangat menarik, karena mempertanyakan keberadaan Pemuda saat ini dalam mengisi kemerdekaan, pembangunan, khususnya di Belitung dan Belitung Timur.

PAWARTANUSANTARA.COM - Centrum Arete Institute mengelar diskusi public ke 11, yang bertempat  di Kedai D’makmur, Jl. Pattimura Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Selasa (29/10/201), malam.


Hadir sebagai nara sumber dan pematik Kadispora Kabupaten Belitung Soebagyo, Tokoh Pemuda  Belitung Timur(Beltim), Bambang  Suherly, Pengurus DPD KNPI Kabupaten Belitung, Sastra, serta para tamu undangan yang hadir dari KNPI  Belitung, IKPB, HMI Komisariat AMB, Aktivis Lingkungan, dan aktiviis Pemuda yang ada di Belitong.

Diskusi yang bertema kan ‘Refleksi Sumpah Pemuda’ tersebut dimoderatori oleh Doktor Syaifudin Al Mughniy itu sangat menarik, karena mempertanyakan keberadaan Pemuda saat ini dalam mengisi kemerdekaan, pembangunan, khususnya di Belitung dan Belitung Timur.

Salah satu tokoh muda yang juga merupakan pengurus KNPI Belitung dan Kader HMI, Surya Oky menurut dirinya ingin agar posisi KNPI sebagai wadah dari Organisasi kepemudaan ini ikut andil seabagai subjek pembangunan,  bukan objek pembangunan.

“Pemuda sebagai garda terdepan tongkat kepemimpinan  nasional, dan tentunya bisa berbicara  banyak dan berperan dalam pembangunan dengan ide, gagasan, inovasi-inovasi dalam berkarya’’, jelas dia.

Selain itu selaku pengurus KNPI Kabupaten Belitung, Sastra mengharapkan kerjasama  dan kepercayaan baik itu dari kepala Daerah maupun instansi Pemkab yang membina wadah KNPI agar bisa saling bersinergi dalam setiap kegiatan kepemudaan.

Sementara mewakili  Pemuda Belitung Timur, Bambang Suherly lebih menekankan bahwa dalam diri seorang pemuda  harus mempunyai integritas, idealis dan terus mengasah kemempuan intelektual mereka lewat karya tulisan serta tidak terjebak pada acara-acara seremonial bersama para pejabat.

“Pemuda  sebagai agen of change lewat pemikiran-pemikirannya bisa berkontribusi secara nyata dan beraktualisasi di masyarakat. Mempunyai  jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai landasan  bahwa dalam memimpin itu adalah menderita bukan ingin mendapat pujian”, ungkap Suharly.

Pemuda yang berhasil, lanjutnya-red, adalah yang mampu melakukan kaderisasi sehingga melahirkan pemuda-pemuda  baru dalam tongkat estafet kepemimpinan, baik itu di KNPI atau Kepala Daerah  kedepannya, tuturnya.

Kadispora Kabupaten Belitung, Soebagyo  dikesempatan tersebut sangat mengapresiasi dia berharap diskusi seperti ini dalam wilayah kerjanya di Dispora nanti akan memberikan porsi anggaran lebih dan itu juga disesuaikan dengan anggaran daerah itu sendiri untuk kegiatan kepemudaan.

Beliau mengatakan, “Karena saya  dulu pernah ada juga dalam masa kalian saat ini berhimpun di KNPI, maka terus pupuklah kerjasama dan saling merangkul untuk membesarkan KNPI ini”, pungkasnya.

Acara selanjutnya yang ditutup  dengan sesi foto bersama. (Marsidi)